Syarat-syarat Tawakal

Tuesday, January 17th, 2012 admin

Tawakal kepada Allah sudah pasti merupakan kekuatan yang mendorong seorang hamba dapat hidup bahagia. Ketika ia beriman, tawakalnya kepada Allah akan mewujudkan semua permintaan dan keinginannya. Maka, ia tidak merasa ada keraguan dalam berusaha mendapatkan keinginan dan kebutuhan tersebut. Hal ini terjadi karena jiwa ketika ingin beramal membutuhkan kekuatan pendorong dari dalam dirinya. Bukankah kita lihat, seseorang yang sedang menghadapi kejadian atau keadaan yang tidak biasa terjadi akan tampak perasaan, pikiran dan aneka ragam kekuatan mendorongnya untuk menghadapi kejadian tersebut, sehingga kelelahannya lebih besar daripada kelelahan menghadapi keadaan dan kejadian biasa.
Apabila seorang hamba bertawakal kepada Allah dengan benar-benar ikhlas dan terus mengingat keagungan Allah, maka perasan dan pikirannya serta seluruh kekuatannya semakin kuat mendorongnya melaksanakan semua amalan apa saja meskipun memiliki resiko besar. Ambil sebagai contoh,
1. Mujahid yang berperang membela agamanya ketika senantiasa ingat dengan firman Alllah,
“Katakanlah, “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (QS. At-Taubah: 51)
Maka akan maju kemedan perang tanpa memandang resiko bahaya yang akan menimpanya
2. Seorang pilot pesawat terbang yang menerbangkan pesawatnya ketika bertawakal kepada Allah dan ingat bahwa segala sesuatu telah diatur Allah sang Mahapencipta. Ketika ia ingat benar firman Allah di atas, maka merasa tenang dan berani menerbangkan pesawatnya dalam ketinggian yang beribu-ribu kaki dari bumi.
3. Seorang petani ketika ber-tawakal kepada Allah dalam mencari rejekinya, maka ia lupa dengan resiko rusaknya hasil pertanian dan tanamannya.
Demikianlah sikap tawakal kepada Allah adalah kekuatan besar yang membedakan seorang muslim dengan selainnya apabila dilakukan dengan ikhlas. Sudah pasti Allah akan merealisasikan semua perkara yang hamba ber-tawakal kepada-Nya. Demikianlah janji Allah dalam firman-Nya,
“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. ” (QS. Ath-Thalaq: 3).
Allah pasti tidak akan menyelisihi janjinya.
Untuk mewujudkan tawakal yang benar dan ikhlas diperlukan syarat-syarat. Syarat-syarat ini wajib dipenuhi untuk mewujudkan semua yang telah Allah janjikan. Para ulama menyampaikan empat syarat terwujudnya sikap tawakal yang benar, yaitu:
1. Membatasi tawakal hanya kepada Allah saja. Untuk itu Allah berfirman,
“Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Rabb-mu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.” (QS. Huud: 123).
Dan firmanNya,
“(Dia-lah) Rabb masyrik dan maghrib, tiada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.” (QS. Al-Muzzammil: 9).
Pembatasan tawakal hanya kepada Allah dalam ayat ini meniadakan semua tawakal kepada selain Allah dalam semua urusan dunia dan akhirat. Siapa yang ber-tawakal kepada selain Allah dalam satu saja urusan dunia atau akhirat bukanlah termasuk orang yang ber-tawakal dengan benar kepada Allah. Bahkan bisa jadi terjerumus kepada kesyirikan besar atau kecil sesuai dengan keadaan perbuatannya tersebut.
2. Berkeyakinan yang kuat bahwa Allah Mahamampu mewujudkan semua permintaan dan kebutuhan hamba-hamba-Nya dan semua yang didapatkan hamba hanyalah dengan pengaturan dan kehendak Allah. Untuk itu Allah berfirman,
“Mengapa kami tidak bertawakal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami.Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu berserah diri.” (QS. Ibrahim: 12).
Allah juga berfirman melalui pernyataan Nabi Syu’aib,
“Syu’aib berkata, ’Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabb-ku dan dianugerahi-Nya aku dari pada-Nya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintahnya) Dan aku tidak berkehendak mengerjakan apa yang aku larang kamu daripadanya. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.’” (QS. Huud: 88).
3. Yakin bahwa Allah akan merealisasikan apa yang di-tawakal-kan seorang hamba apabila ia mengikhlaskan niatnya dan menghadap kepada Allah dengan hatinya. Allah berfirman,
“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.“ (QS. Ath-Thalaq: 3).
4. Tidak putus asa dan patah hati dalam semua usaha yang dilakukan hamba dalam memenuhi kebutuhannya dengan tetap menyerahkan semua urusannya kepada Allah. Dalam hal ini Allah berfirman,
“Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah, ‘Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Rabb yang memiliki ‘Arsy yang agung.’” (QS. At-taubah: 129).
Demikianlah syarat-syarat yang harus dipenuhi agar kita dapat bertawakal kepada Allah dengan benar dan mendapatkan janji-janji Allah.
Mari berusaha mendapatkannya!

 

Twitter

ahmad_muslim Wed, 22 Feb 2012 05:21:49 +0000
Komen di blog: "artikel ini berbahaya bagi kelangsungan dakwah Islam dan mengembirakan bagi pembela jahiliah" #eeaaaa
Elmirizal Mon, 20 Feb 2012 06:23:00 +0000
http://t.co/gvUXaUlH http://t.co/OWan7niT

Blogs

Pengorbanan Jatah Waktu Bagi Istri Aktivis Dakwah | MuslimAfiyah ...
Informasi. Artikel ini ditulis pada 24 Jan 2012, dan masuk dalam kategori Bimbingan Islam, Manhaj, Muamalah. ... Akan tetapi terkadang ada kenikmatan yang lebih nikmat lagi dan hanya mampu dirasakan oleh orang yang mendapat taufik dari Allah yaitu nikmatnya ilmu dan dakwah. Kenikmatan ilmu memang tiada taranya, nikmat menelaah dan membaca kitab-kitab para ulama, nikmat membahas permasalahan agama kemudian memperoleh jawabannya dan kenikmatan ...
"TANPA KEBERANIAN MIMPI TIDAK TERCAPAI": Artikel Dakwah ...
dijalankan. Bekas Pengarah Dakwah Pertubuhan Islam Seluruh Sabah (Usia), Datuk Awang Sahari Abdul Latif, berkata peringkat awal Mandur Syarif Adiwinata berhijrah ke ladang getah Sapong dan Melalap, Tenom di ...
Ayat Kauniyah dalam Al-Quran :: Materi Dakwah Islam dan Kultum ...
Ayat Kauniyah dalam Al-Quran, Materi Dakwah Islam dan Kultum, Materi Kultum , Materi Ceramah Ramadhan , Bacaan Islami , khutbah Jumat , ebook islami , artikel tentang islam , all about islam , artikel fikih , fiqh , artikel ...
Khalifah72: "Strategizing for Church Planting Movements (CPM) in ...
Secara ringkasnya ialah artikel ini adalah mengenai analisa mengenai kaedah dan strategi terbaik untuk penyebaran agama kristian. ... Apa yang penting gerakan dakwah islami harus lebih subur dan lebih strategik menangani gerakan kristiasnisasi ini dengan keutamaan kepada pemeliharaan akidah, menguatkan sinergi antara kumpulan agama dengan tidak sendiri-sendiri merasakan kumpulannya lebih baik daripada yang lain, menguatkan juga sinergi ...

Videos

Facebook

Mencari Redha Ilahi
Mohamad Pirdaus
Mohamad Pirdaus shared Dunia macam-macam's photo.

Artikel+dan+Dakwah 's image link
Megat Sanji


Artikel+dan+Dakwah 's image link
Fierdawz Achmad
Pogie Aone


Artikel+dan+Dakwah 's image link
Anton Timur
Amreel Iman
Nomo Jack
Nomo Jack shared Dunia macam-macam's photo.

Artikel+dan+Dakwah 's image link
Icha Fachruddin

basweidan.com
Artikel+dan+Dakwah 's link
Pertanyaan: Assalamu’alaikum… Ustadz, ada yang membuat saya penasaran. Apakah riwayat yang menyatakan bahwa Masjid Khaif adalah tempat kuburan 70 orang nabi itu benar/shahih? Berikut riwayatnya Read More ...
Zua Hisyam Saberi


Artikel+dan+Dakwah 's image link
Man Iya
Man Iya shared Dunia macam-macam's photo.

Artikel+dan+Dakwah 's image link
Walid Zamzuri
Rita D. Hadi
Rita D. Hadi shared Renungan Untuk Kita's photo.

Artikel+dan+Dakwah 's image link
Satu Ilham


Artikel+dan+Dakwah 's image link
Jalaluddin Al Mubarak


Artikel+dan+Dakwah 's image link

Powered by WordPress SEO Tools

Share

 

Leave a Comment

« | Home | »