DAFTAR DONATUR ONLINE BULAN APRIL 2012

Wednesday, May 23rd, 2012 admin
NO TANGGAL NAMA DONATUR  JUMLAH KETERANGAN
1 01 April 2012 Bpk RON  Rp                       100,000.00 INT / ATM
2 02 April 2012 Sdr SEP  Rp                          77,000.00 INT / ATM
3 02 April 2012 Sdr SEP  Rp                                130.00 INT / ATM
4 02 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                       230,000.00 INT / ATM
5 02 April 2012 SMU  Rp                       100,000.00 INT / ATM
6 02 April 2012 Sdr MUH  Rp                          88,000.00 INT / ATM
7 03 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                          50,000.00 INT / ATM
8 03 April 2012 Bpk BENY  Rp                       100,000.00 INT / ATM
9 03 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                       100,000.00 INT / ATM
10 03 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                       100,000.00 INT / ATM
11 04 April 2012 BD CHAMPELAS  Rp                    5,000,000.00 INT / ATM
12 04 April 2012 DEA RACHMAN  Rp                       200,000.00 INT / ATM
13 05 April 2012 Sdri AN  Rp                       300,000.00 INT / ATM
14 06 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                          50,000.00 INT / ATM
15 07 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                       200,000.00 INT / ATM
16 07 April 2012 Sdr HAD  Rp                          50,000.00 INT / ATM
17 07 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                          50,000.00 INT / ATM
18 07 April 2012 ALHUDA  Rp                       500,000.00 INT / ATM
19 09 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                       200,000.00 INT / ATM
20 09 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                       100,000.00 INT / ATM
21 10 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                          50,000.00 INT / ATM
22 10 April 2012 DR PAK FRANS SATRYA P  Rp                    5,000,000.00 INT / ATM
23 11 April 2012 KCP SUMENEP P  Rp                       100,000.00 INT / ATM
24 13 April 2012 PUWARA ANID  Rp                       100,000.00 INT / ATM
25 13 April 2012 KK KRIAN 2  Rp                       200,000.00 INT / ATM
26 14 April 2012 Sdr ADI  Rp                          50,000.00 INT / ATM
27  14 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                       100,000.00 INT / ATM
28 14 April 2012 UNIT PECANGAAN  Rp                          50,000.00 INT / ATM
29 15 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                    1,000,000.00 INT / ATM
30 16 April 2012 BPK WAHYU  Rp                       500,000.00 cab. Jayapura
31 16 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                       500,000.00 Cab.Cirebon
32 16 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                       500,000.00 Cab.Cirebon
33 16 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                       500,000.00 Cab.Cirebon
34 16 April 2012 ANDERSON SE  Rp                       320,000.00 Divopr
35 16 April 2012 Bpk RON  Rp                       150,000.00 INT / ATM
36 18 April 2012 ENDRO WIJANARKO  Rp                    1,000,000.00 INT / ATM
37 19 April 2012 Sdr ANG  Rp                       200,000.00 INT / ATM
38 20 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                          50,000.00 SMS Bankin
39 20 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                       300,000.00 INT / ATM
40 20 April 2012 Syahri Romaniah  Rp                       200,000.00 Divopr
41 20 April 2012 Sdr Adi  Rp                       150,000.00 INT / ATM
42 21 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                       200,000.00 INT / ATM
43 21 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                       100,000.00 INT / ATM
44 21 April 2012 KEBAGUSAN  Rp                       500,000.00 INT / ATM
45 21 April 2012 SPBU 34-13420  Rp                       150,000.00 INT / ATM
46 22 April 2012 Sdr HAD  Rp                       700,000.00 INT / ATM
47 22 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                       450,000.00 INT / ATM
48 23 April 2012 Ibu RIR  Rp                       500,000.00 INT / ATM
49 25 April 2012 NURSAMSI  Rp                       100,000.00 INT / ATM
50 25 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                    1,000,000.00 INT / ATM
51 25 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                       200,000.00 INT / ATM
52 26 April 2012 CHUSNUL CHOTIMA  Rp                          20,000.00 INT / ATM
53 26 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                          50,000.00 INT / ATM
54 27 April 2012 Bpk ACH  Rp                       200,000.00 INT / ATM
55 27 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                          50,000.00 INT / ATM
56 27 April 2012 MAYA  Rp                       150,000.00 INT / ATM
57 27 April 2012 Bpk TU  Rp                    2,500,000.00 INT / ATM
58 27 April 2012 IBU ARM  Rp                       150,000.00 INT / ATM
59 28 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                          50,000.00 INT / ATM
60 29 April 2012 RS EVASARI WIRATANU  Rp                    1,000,000.00 INT / ATM
61 29 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                       100,000.00 INT / ATM
62 30 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                       150,000.00 INT / ATM
63 30 April 2012 Sdri PA  Rp                       500,000.00 INT / ATM
64 30 April 2012 HAMBAALLAH  Rp                       300,000.00 INT / ATM

Twitter

No Results Found

Blogs

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah - Ocim Blog
Proposal kegiatan biasanya terlampir sebagai surat dimana itu semua bertujuan untuk menggelar satu acara. ... Contoh Proposal Kegiatan Sekolah. Posted by Ali Munandar, Published at Friday, June 07, 2013. Contoh Proposal kegiatan ...
Palang Merah hentikan kegiatan di Afghanistan ... - Berita Terkini
ANTARA News - Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menghentikan seluruh pekerjaan di Afghanistan, Kamis, sehari setelah kantornya di Jalalabad diserang bom bunuh diri dan penembakan.
4 Kegiatan Personel SMASH Saat Tak Manggung - Berita Liputan6
Personel SMASH tentu punya sejuta kegiatan setiap harinya. Tapi, apa yang mereka lakukan di luar aktivitas sebagai selebriti ya?
PKS Gelar Berbagai Kegiatan Untuk Peringati Isra Mi'raj
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada acara Isra Mi'raj ini antara lain pengobatan gratis untuk warga Banda Raya serta pameran produk-produk kerajinan tangan dari ibu-ibu Pos Ekonomi Keluarga binaan PKS, serta acara inti penyampaian ... BERITA TOP. selintas. / Thursday, June 13, 2013. Menurut Irwansyah, sosialisasi para Caleg PKS khususnya untuk Dapil 5 ini disampaikan bersamaan dengan permintaan izin dan doa restu dari seluruh. warga Banda Raya, semoga ...

Videos

Facebook

Megawati Lie
Hanaroo BabyWrap
Aspihani Dedesuwanda
Inspirasi Islami
Pantekosta

pantekostanews.com
Berita+dan+Kegiatan 's link
PANTEKOSTA NEWS || Papua- Cikal bakal jemaat GPdI Hosana Sorong, berawal dari Pos Pelayanan yang dibuka oleh kel. Pdt. Jopie Kalangi pada tahun 2001 yang waktu itu masih menjadi gembala…
Yayasan Ikhlas
Donny Suryono Psh
Donny Suryono Psh shared Irsyadul Amir's photo.

Berita+dan+Kegiatan 's image link
Juan Lintas
A Rachman Priatna
AIMI Ranting Solo

aimi-asi.org
Nararya Wijaya Pena


Berita+dan+Kegiatan 's link
"Tiga minggu sebelum Gus Dur di jatuhkan melalui SI MPR, Mahfudz MD mengatakan bahwa ada utusan yang mewakili beberapa ormas ingin menghadap Gus Dur. Utusan ini bermaksud menawarkan diri membela Gus Dur dengan mengerahkan jutaan umat Islam guna mengepung Senayan. Namun utusan ini meminta syarat kepada Gus Dur untuk mengeluarkan maklumat untuk mengganti Pancasila dengan syariat Islam. Mahfudz MD kemudian menyampaikan perihal ini kepada Gus Dur"   Artikel ini kami tulis berdasarkan testimoni Ketua MK, Prof DR Mahfud MD dalam acara diskusi Gusdurian, Jum'at 4 Januari di Kantor Wahid Institute   Kasus ini di mulai ketika Ir Sapuan (wakil kabulog kala itu) dengan di antar Suwondo menghadap Presiden Wahid di istana guna membicarakan masalah krisis yang melanda Indonesia. Setelah pertemuan itu Suwondo yang konon mengaku sebagai teman dari presiden Wahid meminta Sapuan untuk mengeluarkan dana bulog sebesar 35 milyar rupiah guna mengatasi krisis yang di maksud. Karena Sapuan menganggap Suwondo sebagai ‘orang’nya Presiden dan lagi ia di janjikan akan di angkat sebagai Kepala Bulog setelah dana itu cair maka ia bersedia membantu.   Menurut keterangan Mahfudz MD, Presiden memang membutuhkan dana untuk menanggulangi krisis. Akan tetapi Presiden Wahid sama sekali tidak meminta dana itu harus di ambilkan dari bulog. Pencairan dana bulog ini (seperti keterangan tersangka di pengadilan) murni atas inisiatif kedua orang itu (Sapuan dan Suwondo). Pengadilan tidak pernah menyebut bahwa Presiden Abdurrahman Wahid terlibat dalam kasus ini. Hingga kedua orang ini di putus hukuman masing masing 4 tahun penjara, keterlibatan Gus Dur dalam kasus Bulogate tidak pernah bisa di buktikan. Bahkan Kejagung akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Perkara) untuk Presiden Wahid. Dengan demikian, secara hukum Gus Dur bersih dari kasus Bulogate, tegas Ketua MK yang juga mantan menteri di era Presiden Abdurrahman Wahid itu.   Demikian juga dengan kasus Bruneigate. Kasus ini menurut Mahfud MD tidak bisa di pidanakan karena dana yang di maksud bukan di minta oleh kepala negara kepada negara lain, melainkan murni berupa dana bantuan (zakat) Raja Brunei untuk masyarakat Indonesia.   Namun demikian, kasus ini oleh kalangan politisi di sikapi lain. Kalangan DPR yang sudah kadung percaya bahwa Gus Dur terlibat dalam kasus itu kemudian membentuk Pansus Dana Yanatera Bulog dengan tujuan untuk meminta keterangan soal kasus bulogate dan bruneigate. Secara hukum tatanegara, keberadaan pansus ini sebenarnya cacat hukum. Pembentukan Pansus yang menurut UU No 6/1954 mensyaratkan adanya pencatatan melalui lembar negara pada prakteknya tidak pernah di penuhi. Pansus tetap bekerja walaupun tanpa melalui prosedur yang di atur dalam hukum tata negara.   Dalam UU No 6/1954 di sebutkan :   UU No. 6/1954 Tentang Hak Angket DPR pasal 2 ayat 1 : "Putusan selengkapnya termaksud dalam ayat (2) pasal 1 diumumkan dengan resmi dalam Berita Negara, sesuai dengan risalah Dewan Perwakilan Rakyat yang bersangkutan"   Pansus yang di pimpin Bakhtiar Chamsah (anggota FPPP) ini nyata nyata cacat hukum karena kenyataannya kegiatan ini baru di catatkan pada berita negara setelah tiga bulan bekerja. Dengan demikian, maka bisa di katakan keberadaan pansus ini sebenarnya illegal.   Berangkat dari hasil pansus dana Yanatera Bulog, DPR yang sejak awal sepertinya memang berniat menjatuhkan presiden kemudian menjatuhkan surat memorandum I pada tanggal 1 Februari 2001. Memorandum ini oleh Gus Dur di tolak. Penolakan ini kemudian membuat DPR lagi lagi mengeluarkan memorandum II di bulan Mei.   Pada tanggal 2 Juni 2001, Gus Dur meminta Jenderal Suroyo Bimantoro mundur sebagai Kapolri dan melantik Irjen Chaerudin Ismail sebagai Wakapolri. Permintaan Gus Dur ini rupanya mendapatkan perlawanan di tubuh Polri. Namun Gus Dur bergeming, pada tanggal 1 Juli bertepatan dengan hari Bayangkara, Presiden resmi memberhentikan Jendral Bimantoro dari jabatan sebagai Kapolri dan di susul pada tanggal 21 Juli 2001 Presiden melantik secara resmi melantik Chaerudin Ismail sebagai penjabat sementara Kapolri.   Tindakan ini kemudian memantik reaksi DPR yang akhirnya meminta MPR untuk menyelenggaraka n Sidang Istimewa dengan alasan Presiden telah melanggar Tap MPR No 6 dan 7/1999 tentang penggantian Kapolri. Menurut Mahfud MD, keputusan DPR yang langsung meminta MPR menggelar SI ini cacat hukum. Seharusnya jika alasannya adalah karena Presiden mengganti Kapolri tanpa persetujuan DPR, upaya yang di lakukan tidak langsung menggelar sidang Istimewa. Untuk kasus Kapolri, DPR seharusnya menyampaikan nota memorandum terlebih dahulu, bukan langsung menggelar sidang istimewa. Ini sesuai dengan Tap MPR no 3/1978 Pasal 7 ayat 2-4 :   (2). Apabila Dewan Perwakilan Rakyat menganggap Presiden sungguh melanggarHaluan Negara, maka Dewan Perwakilan Rakyat menyampaikanmemorandum untuk mengingatkan Presiden.(3). Apabila dalam waktu tiga bulan Presiden tidak memperhatikan memorandumDewan Perwakilan Rakyat tersebut pada ayat (2) pasal ini, maka DewanPerwakilan Rakyat menyampaikan memorandum yang kedua.(4). Apabila dalam waktu satu bulan memorandum yang kedua tersebut pada ayat(3) pasal ini, tidak diindahkan oleh Presiden, maka Dewan Perwakilan Rakyat dapat meminta Majelis mengadakan Sidang istimewa untuk memintapertanggungan jawab Presiden.   Gus Dur dan Syariat Islam   Tiga minggu sebelum Gus Dur di jatuhkan melalui SI MPR, Mahfudz MD mengatakan bahwa ada utusan yang mewakili beberapa ormas ingin menghadap Gus Dur. Utusan ini bermaksud menawarkan diri membela Gus Dur dengan mengerahkan jutaan umat Islam guna mengepung Senayan. Namun utusan ini meminta syarat kepada Gus Dur untuk mengeluarkan maklumat untuk mengganti Pancasila dengan syariat Islam. Mahfudz MD kemudian menyampaikan perihal ini kepada Gus Dur.   Begitu mendapat laporan itu, Gus Dur bukannya menerima tawaran dari kelompok itu, tapi dengan lantang Gus Dur berkata : “Lebih baik saya tidak jadi presiden daripada harus mengganti Pancasila!!”.   Kesimpulan Penulis :   1. Isu bahwa Gus Dur di jatuhkan dari kursi kepresidenan karena kasus Bulogate dan Bruneigate adalah tidak benar. Pengadilan mengatakan Gus Dur tidak terlibat dan Kejaksaan telah mengeluarkan SP3 atas kasus itu terhadap Gus Dur   2. Sidang istimewa MPR 1 Agustus 2001 cacat hukum karena menyalahi prosedur ketatanegaraan   3. Keputusan pemakzulan Presiden alurnya tidak jelas. Di mulai dengan alasan kasus Bulogate/ Bruneigate lalu berganti dengan alasan pencopotan Jendral Bimantoro dan terakhir mengenai dekrit Presiden.   4. Tidak ada kejelasan atas dasar pasal apa, haluan negara mana yang di langgar Gus Dur sehingga MPR terpaksa menjatuhkan Presiden   Pasal 4Majelis dapat memberhentikan Presiden sebelum habis masa jabatannya,karena :a. Atas permintaan sendiri.b. Berhalangan tetap.c. Sungguh-sungguh melanggar Haluan Negara.   Penulis : M Hafidz Atsani, Pendiri Komunitas Gubrak Indonesia http:// www.gubraker.com /2013/01/ fakta-lengsernya -gus-dur.html#. UOmQUlao69ttambahan dari mab alissa wahid:1) Sumbangan dari Sultan Brunei (bukan dari negara Brunei kepada negara Indonesia) adalah hasil pertemuan H. Masnuh (seorang aktivis NU) disalurkan langsung kepada berbagai yayasan, bukan kepada Presiden GusDur.2) Memorandum I cacat dalam isi, karena bunyi Memorandum I DPR saat itu adalah "Presiden diduga kuat melanggar haluan negara" di mana alasan yang sesuai dengan TAP MPR untuk memberhentikan Presiden adalah "sungguh-sunggu h melanggar haluan negara."Dua pelanggaran memorandum tersebut adalah menggunakan frase "diduga kuat" yang hanya merupakan tuduhan, dan terbuktinya secara hukum bahwa Gus Dur tidak melanggar haluan negara.3) GusDur sempat ditawari untuk melakukan deal-deal politik dengan 2 partai politik besar. Kompromi yang diminta adalah Gus Dur tidak memecat-mecat mentrinya, juga Gus Dur memberikan jatah mentri kepada kedua parpol. Pimpinan Parpol yang akan memilih siapa mentri yang akan diajukan kepada Presiden. Ini ditolak oleh Gus Dur, dilandasi prinsip konstitusional: memilih pembantu presiden adalah hak prerogatif Presiden. "Parpol tidak boleh mengatur Presiden. Itu bahaya untuk demokrasi!" demikian kata Gus Dur.
Arjunanya Redaksi Jejak Kasus
Arjunanya Redaksi Jejak Kasus shared Sby Bersama Jejak Kasus Www.jejakkasus.info's photo.

Berita+dan+Kegiatan 's image link
Arjunanya Redaksi Jejak Kasus


Berita+dan+Kegiatan 's link
Sby Bersama Jejak Kasus Www.jejakkasus.info
Ryeowook a.k.a Kim Ryeowook


Berita+dan+Kegiatan 's link
Genre : Brothership   Rating : Fiction T   Cast : Ryeowook and other member Super Junior.   Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.   Warning : Typos, Geje , Don't like it? Don't read it please.   Author: AngeLeeteuk a.k.a Eka Putri Hapsari   Summary : “Apa ada yang ingin Hyung makan? Aku akan membuatkannya untuk Sungmin Hyung.”/ “Arraseo. Tak kusangka, sekarang kau jadi jauh lebih dewasa, Wookie. Kalau begitu istirahatlah. Kau pasti lelah setelah menempuh perjalanan jauh. Mianhae aku mengganggu waktu istirahatmu.”/ “Ya! Lee Donghae! Apa-apaan kau ini?”   Special Day for Kim Ryeowook   Ryeowook menghempaskan tubuhnya di atas ranjang miliknya. Rasanya sangat lelah setelah melakukan perjalanan selama 6 jam dari Indonesia kembali ke Korea. Belum lagi sempat terjadi insiden kecil di Incheon Airport tadi.   Ryeowook langsung bangkit dari posisinya begitu mengingat insiden yang menimpa Sungmin tadi. Ia berjalan keluar kamarnya. Dilihatnya ruang tengah dorm atas yang sangat sepi. Sepertinya Hyungdeulnya yang tinggal di dorm 12 langsung mengistirahatkan tubuh mereka. Walau mungkin tidak dalam waktu yang lama. Ryeowook langsung melangkahkan kakinya meninggalkan dorm lantai 12.   Tidak butuh waktu lama untuk Ryeowook dapat sampai di dorm bawah. Tanpa mengusik penghuni dorm bawah, Ryeowook langsung masuk ke dalam setelah memasukkan password dorm. Dilihatnya ruang tengah dorm bawah yang sama sepinya seperti dorm atas. Ryeowook tak terlalu menghiraukan hal tersebut. Ia langsung mengarahkan kakinya menuju kamar yang dulunya ditempati olehnya dan Yesung.   Dilihatnya pintu kamar tersebut dalam keadaan terbuka. Dengan perlahan Ryeowook melangkahkan kakinya menuju ruangan tersebut. Ryeowook memunculkan kepalanya lebih dulu untuk melihat bagaimana keadaan di dalam ruangan. Di dalam terlihat Eunhyuk dan Kyuhyun yang mengelilingai tempat tidur Sungmin.   “Hyung,” panggil Ryeowook pelan.   Eunhyuk dan Kyuhyun menolehkan kepala mereka ke arah pintu kamar. Sungmin sendiri menunjukkan senyumnya begitu suara tenor Ryeowook terdengar di dalam kamarnya. Ryeowook melangkahkan kakinya perlahan mendekati Sungmin.   “Bagaimana keadaanmu, Hyung?” tanya Ryeowook pelan.   “Gwaenchanayo, Ryeowookie.”   “Sungmin Hyung hanya perlu istirahat, Wookie. Tak ada yang perlu dikhawatirkan,” sambung Eunhyuk.   Ryeowook mengangguk pelan.   “Apa ada yang ingin Hyung makan? Aku akan membuatkannya untuk Sungmin Hyung.”   Sungmin menggeleng pelan.   “Aniyo, tidak perlu, Wookie. Aku tahu kau pasti lelah. Istirahatlah. Kalian berdua juga, Hyukkie, Kyuhyunnie. Aku baik-baik saja.”   Eunhyuk, Ryeowook dan Kyuhyun terlihat enggan memenuhi permintaan Sungmin.   “Ayolah, kalian pasti lelah. Aku tak ingin kalian sakit. Aku juga akan istirahat setelah ini.”   Akhirnya dengan sangat terpaksa mereka bertiga keluar. Meninggalkan Sungmin di kamarnya. Setelah ketiga dongsaengnya itu meninggalkannya sendiri, Sungmin langsung menarik selimutnya dan menutup kedua matanya. Sepertinya obat yang diberikan oleh uisa tadi sudah mulai bekerja.   “Hyukkie Hyung, Kyuhyunnie, aku kembali ke atas, ne?” pamit Ryeowook.   “Ne, istirahatlah, Wookie.”   “Selamat istirahat, Wookie Hyung,” ucap Kyuhyun.   Ryeowook tersenyum dan mengangguk. Ia meninggalkan dorm lantai bawah. Tubuhnya juga sepertinya sudah meminta untuk diistirahatkan. Mengingat malam nanti Ryeowook harus kembali menjalankan jadwalnya menjadi DJ di Sukira. . .   Baru saja Ryeowook akan memejamkan matanya, ponselnya tiba-tiba saja berdering. Dengan mata yang menahan kantuk, Ryeowook meraih smartphonenya yang ia letakkan di meja nakas. Begitu melihat nama yang tertera di layar smartphonenya, rasa kantuk Ryeowook langsung menghilang.   “Yeoboseyo, Ryeowookie.”   “Yeoboseyo, Hyung. Hyung, bogoshippo!”   Terdengar suara tawa khas yang sudah beberapa waktu ini tak dapat ia dengar. Ryeowook sangat merindukan suara Hyungnya itu.   “Nado, Ryeowookie. Aku juga merindukanmu dan yang lain. Bagaimana konser kalian di Indonesia kemarin?”   “Seperti biasa, Hyung. Lautan Blue Sapphire memenuhi tempat konser kita. Ah, aku juga menemukan nama makanan baru.”   “Jinjjayo? Apa itu?”   “Nasi Tumpeng. Aku sangat ingin mengetahui bagaimana cara membuatnya, Hyung.”   Ryeowook terlihat sangat antusias bercerita. Mengingat Ryeowook sangat suka memasak, ia pasti merasa penasaran dengan menu baru yang ia temui.   “Biasanya kau langsung mencari resep menu baru yang kau temukan melalui internet, Wookie.” Ryeowook sedikit mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan namja di seberangnya itu.   “Leeteuk Hyung kan tahu jadwal kita sangat padat. Mana mungkin aku memiliki waktu untuk melakukan salah satu kesenanganku itu.”   Terdengar Leeteuk ―namja yang menghubungi Ryeowook― kembali tertawa. Ia dapat membayangkan bagaimana ekspresi yang saat ini tengah Ryeowook lakukan.   “Ah, ya, ada apa Hyung menghubungiku?”   Suasana hening sejenak setelah Ryeowook bertanya seperti itu. Ryeowook sendiri hanya menunggu Leeteuk membuka suara dan menjelaskan maksudnya.   “Aniyo. Aku hanya ingin menanyakan keadaan Sungmin. Aku sempat melihat berita online tadi. Berita itu menyebutkan Sungmin terjatuh di bandara.”   “Hyung membaca berita itu? Sungmin Hyung memang terjatuh di bandara karena suatu insiden tadi. Tapi menurut uisa, Sungmin Hyung hanya perlu istirahat saja. Hyung tidak perlu khawatir.”   “Apa benar tidak terjadi hal yang serius? Kudengar sebelum kalian berangkat ke Indonesia pun Sungmin sedang dalam keadaan yang kurang baik, kan?”   “Hyung, Hyung tidak perlu terlalu mengkhawatirkan kami. Kami dapat menjaga diri kami sendiri. Selama kami masih dapat berdiri di panggung dan menghibur ELF, berarti tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari kami. Kami tak ingin Hyung jatuh sakit hanya karena memikirkan kami disini.”   Terdengar helaan nafas Leeteuk dari seberang sana. Ryeowook bukan tidak suka mendapatkan perhatian dari Hyung tertuanya itu. Hanya saja, Ryeowook sudah cukup tahu bagaimana watak dari Leeteuk. Leeteuk akan lebih memperhatikan keadaan dongsaengnya daripada dirinya sendiri. Dan tentu saja Ryeowook tak ingin hal tersebut terjadi. Apalagi jika hal itu sampai membuat Leeteuk jatuh sakit.   “Percaya pada kami, Hyung. Hyung hanya perlu menjalani kewajiban Hyung selama satu setengah tahun ke depan dengan baik. Setelah itu, Hyung bersama dengan kami kembali menghibur ELF.”   “Arraseo. Tak kusangka, sekarang kau jadi jauh lebih dewasa, Wookie. Kalau begitu istirahatlah. Kau pasti lelah setelah menempuh perjalanan jauh. Mianhae aku mengganggu waktu istirahatmu.”   “Gwaenchana, Hyung. Hyung juga cukup istirahat disana, ne?”   “Ne. Hyung tutup telponnya, ne. Hyung harus mulai apel pagi. Annyeong Ryeowookie.”   “Annyeong, Leeteuk Hyung.”   Setelah sambungan telponnya dan Leeteuk terputus, Ryeowook langsung merebahkan tubuhnya ke tempat tidur. Benar-benar mengistirahatkan tubuhnya yang sudah sangat lelah. ~SDfKR~   Hari demi hari terus berlalu. Kesibukan Super Junior terus saja berjalan tiada henti. Mulai dari persiapan mereka untuk rangkaian World Tour mereka selanjutnya, sampai pada berbagai jadwal individu mereka. Waktu istirahat yang sangat sedikit sudah menjadi hal biasa bagi mereka. Sudah tidak ada lagi keluhan yang terdengar. Mereka melakukan semua itu dengan gembira.   Pagi ini Ryeowook tengah sibuk berkutat di dapur. Menyiapkan sarapan pagi untuk Hyungdeul dan satu dongsaengnya. Kebetulan hari ini jadwal Ryeowook sedikit longgar. Jadi ia menyempatkan diri membuatkan sarapan untuk yang lain.   “Wah, pagi ini kami mendapat sarapan buatanmu, Wookie?”   Ryeoowok menolehkan kepalanya saat mendengar suara Shindong. Ia tersenyum kecil pada Shindong.   “Aku hanya membuatkan nasi goreng, Hyung.”   “Apapun yang kau buat selalu terasa enak, Wookie. Tak perlu diragukan lagi hal itu.”   Wajah Ryeowook bersemu mendengar pujian yang diberikan Shindong. Memang bukan kali pertama Ryeowook mendapat pujian seperti itu dari member Super Junior. Tapi tetap saja, setiap ia mendapatkan pujian, wajahnya selalu bersemu merah.   “Apa kau tidak lelah, Wookie?”   Ryeowook mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Donghae, yang entah sejak kapan telah muncul di dapur.   “Mwo? Aku tidak mengerti maksud Donghae Hyung.”   “Berhentilah membuatkan sarapan untuk kami di saat senggang seperti ini. Gunakan waktumu untuk beristirahat. Bukankah ada Ahjumma yang akan menyiapkan semua keperluan kita. Eomma mu juga bilang kalau kau ada disini untuk menjadi penyanyi, bukan menjadi tukang masak kami.” Ryeowook mengerjapkan matanya mendengar ucapan Donghae yang terdengar sangat dingin. Jauh berbeda dengan sosok Donghae yang Ryeowook kenal. Sebelumnya Donghae belum pernah berucap sedingin itu padanya.   “Hyung ―”   Ryeowook tak sanggup melanjutkan kalimatnya. Ia tak bisa menggambarkan bagaimana perasaannya saat ini lewat kata-kata. Ia sangat terkejut dengan sikap Donghae yang berubah menjadi sangat dingin.   “Donghae-ah, kenapa kau bicara seperti itu pada Wookie? Seharusnya kau berterima kasih padanya yang sudah bersedia repot menyiapkan makanan untuk kita. Bukankah kau juga sering meminta dibuatkan bekal pada Wookie.”   Donghae menatap Shindong dingin.   “Hyung tidak perlu mencampuri hal ini.”     “Mwo?”   Shindong terbelalak mendengar ucapan Donghae. Dongsaengnya yang selama ini terkenal kekanakan mampu berucap setajam itu padanya.   “Ya! Lee Donghae! Apa-apaan kau ini?”   “Aku hanya mengutarakan pendapatku.”   “Kau ―”   “Hyung, sudahlah. Masih terlalu pagi untuk meributkan hal seperti ini. Mianhae Donghae Hyung, mungkin apa yang aku  lakukan membuat Hyung tak nyaman.”   Setelah berkata seperti itu, Ryeowook berjalan meninggalkan dapur. Membiarkan Donghae dan Shindong masih saling memberi deathglare. ~SDfKR~ “Ish, sebenarnya ada apa dengan Donghae Hyung? Sikapnya benar-benar aneh dan membuatku kesal. Setidaknya kalau memang Donghae Hyung tak ingin aku memasak lagi untuk Hyungdeul juga Kyuhyunnie, Donghae Hyung kan bisa bicara baik-baik denganku. Tidak berucap dengan nada datar dan sedingin tadi. Menyebalkan.”   Ryeowook terlihat bermonolog di kamarnya. Moodnya benar-benar memburuk mendapat perlakuan Donghae tadi. Padahal selama ini Donghae menganggapnya sebagai dongsaeng kesayangan. Lalu kenapa tiba-tiba Donghae bersikap sangat menyebalkan seperti tadi.   “Wookie, kau tidak ingin sarapan?”   Ryeowook mengarahkan pandangannya ke arah pintu kamarnya yang tertutup. Terdengar suara Sungmin memanggilnya untuk sarapan.   “Aku tidak lapar.”   Ryeowook tak peduli jika Sungmin terkejut dengan nada suaranya yang tak kalah datarnya dengan Donghae tadi. Moodnya yang sangat bagus pagi tadi langsung berubah melihat sikap Donghae yang sangat menyebalkan.   “Wookie? Waeyo?”   Hening. Ryeowook sama sekali tak ingin menjawab pertanyaan Sungmin. Ia memilih menenggelamkan dirinya dibalik selimutnya. Membiarkan matanya kembali terpejam. Serta dirinya yang terlelap ke dalam mimpi.   Sementara itu di luar ruangan, Sungmin mengernyitkan keningnya mendapati kelakuan Ryeowook yang tidak biasanya. Ia melangkahkan kakinya menuju dapur. Menemui member lain masih dengan raut bingung di wajahnya.   “Waeyo, Hyung?” tanya Eunhyuk begitu Sungmin mendekat.   “Aniyo. Aku hanya merasa sedikit bingung dengan sikap Wookie.”   “Memang ada apa dengan Wookie Hyung?”   “Sikapnya aneh. Wookie sama sekali tak mau membuka pintunya. Saat kutanya pun jawabannya sangat singkat. Dan hanya satu kali. Saat kutanya lagi, sama sekali tak ada jawaban yang diberikan Wookie.”   Kyuhyun dan Eunhyuk yang memang tinggal di dorm lantai 11 bersama Sungmin mengerutkan kening mereka mendengar ucapan Sungmin. Mood Ryeowook memang sangat mudah berubah-ubah. Tergantung bagaimana suasana hatinya. Tapi seingat mereka, tidak sampai seperti ini.   “Donghae-ah,apa kau tahu ada apa dengan Wookie?”   “Tidak ada apa-apa,” jawab Donghae singkat.   Kening Eunhyuk berkerut mendengar jawaban Donghae. Kenapa Donghae bersikap seperti itu. Padahal Ryeowook adalah dongsaeng kesayangannya. Yang Eunhyuk tahu, Donghae tak pernah bersikap acuh seperti itu pada orang terdekatnya.   “Sudahlah, kalian lanjutkan makan kalian.”   Akhirnya mereka menuruti perkataan Shindong. Menghabiskan sarapan yang telah disiapkan Ryeowook untuk mereka. Hening. Tanpa candaan seperti biasa yang terjadi ketika sarapan. Sungguh sangat jauh berbeda dengan yang biasanya.   “Aku tidak suka suasana yang seperti ini,” batin Kyuhyun.   “Aku sudah selesai, Hyungdeul. Aku  kembali ke dorm bawah.”   Kyuhyun langsung bangkit dari tempat duduknya begitu menyelesaikan kalimatnya tadi. Daripada dirinya harus terjebak dalam situasi yang sangat tidak mengenakkan seperti itu, lebih baik ia menghabiskan waktunya untuk melanjutkan gamesnya.   Sementara itu, sepeninggal Kyuhyun, Sungmin menyiapkan sarapan untuk Ryeowook. Walau ia masih belum mengerti ada apa dengan dongsaeng imutnya itu, tapi Sungmin juga tak ingin sampai Ryeowook sakit.   Setelah semuanya siap, Sungmin melangkahkan kakinya menuju kamar Ryeowook. Sungmin mengetuk perlahan pintu kamar Ryeowook. Selama beberapa menit tak ada jawaban dari dalam. Sungmin masih menunggu. Tapi setelah sepuluh menit lebih tak ada jawaban, Sungmin  pun menyerah. Ia kembali menuju ke dapur.   “Tidak dibuka, Hyung?” tanya Eunhyuk begitu melihat Sungmin kembali.   “Aniyo. Mungkin Wookie sedang tidur. Donghae-ah, ingatkan Wookie makan setelah ia terbangun nanti.”   “Shireo. Aku tidak mau.”   “Mwo?”   Seruan terkejut langsung meluncur dari bibir Sungmin dan Eunhyuk begitu mendengar ucapan Donghae.   “Ya! Donghae-ah! Sebenarnya ada apa denganmu? Kau sedang ada masalah dengan Wookie? Kenapa kau terlihat ketus seperti itu sejak tadi.”   Belum habis keterkejutan Eunhyuk dan Sungmin karena kata-kata Donghae, mereka kembali dikejutkan dengan kata-kata Shindong.   “Hyung, sebenarnya ada apa dengan penghuni dorm lantai 12 ini?” Sungmin yang sudah gemas dan bingung akhirnya mengajukan pertanyaan pada Shindong.   “Kalian tanyakan saja pada namja ikan ini,” sahut Shindong ketus sambil berlalu meninggalkan Eunhyuk, Sungmin dan Donghae.   “Donghae-ah, jelaskan pada kami apa yang sebenarnya terjadi?” kejar Eunhyuk.   “Aku ada janji, aku harus pergi sekarang.”     “Mwo?”   Lagi-lagi Eunhyuk dan Sungmin menunjukkan wajah terkejut mereka. Bahkan mereka tak sempat menahan kepergian Donghae.   “Aish! Menyebalkan!” ~SDfKR~   Sudah tiga hari berlalu sejak pagi yang suram di dorm Super Junior. Dan masih belum ada perbedaan seperti sebelumnya. Mood Ryeowook memang sudah kembali bagus. Tapi sikap Donghae masih sama. Masih tetap dingin dan menyebalkan. Bahkan Eunhyuk yang merupakan soulmate dari Donghae juga merasa sebal dengan sikap Donghae tersebut.   “Aish, Wookie. Sebenarnya ada apa antara dirimu dan Donghae? Kenapa kalian jadi jauh seperti ini,” Eunhyuk berucap setengah frustrasi.   Ryeowook memandang Eunhyuk sekilas sebelum kembali sibuk dengan buku kumpulan resep yang tengah ia baca.   “Aku juga tidak mengerti, Hyung. Donghae Hyung tidak bicara apapun padaku. Kalau seingatku, aku sama sekali tak memiliki masalah apapun pada Donghae Hyung.”   “Kau yakin, Wookie?”   Ryeowook menghela nafas kesal mendengar pertanyaan Sungmin. Sedikit sebal dengan pertanyaan Sungmin tersebut.   “Sangat yakin, Hyung. Aku juga tak mengerti kenapa Donghae Hyung marah padaku. Apa mungkin aku sudah membuatnya kesal tanpa sadar?”   Suara Ryeowook terdengar semakin lirih. Bohong jika Ryeowook sama sekali tidak memikirkan bagaimana perubahan sikap Donghae padanya. Biar bagaimanapun Donghae adalah salah satu Hyung kesayangannya. Dan sejauh mereka kenal selama ini, Donghae belum pernah sekalipun bersikap seperti ini padanya.   “Mungkin Donghae Hyung hanya sedang ada masalah atau yang lainnya, Hyung.”   “Ah, bisa jadi yang dikatakan Kyuhyun-ah benar. Cepat atau lambat, Donghae pasti akan kembali seperti sebelumnya.”   Ryeowook hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Kyuhyun dan Shindong. Ia tak ingin Hyungdeulnya dan juga Kyuhyun mengkhawatirkan keadaannya. Mereka sudah sangat lelah dengan segudang jadwal yang harus mereka lakukan. Ryeowook tak ingin menambah beban pikiran yang lainnya.   “Aku kembali ke kamar dulu Hyungdeul, Kyuhyunnie.”   Eunhyuk, Sungmin, Shindong dan Kyuhyun hanya mengangguk menanggapi ucapan Ryeowook. Mereka memandang sayu punggung Ryeowook. Mereka sangat mengerti bagaimana perasaan Ryeowook saat ini. Mengingat Ryeowook sangat dekat dengan Donghae.   “Hah! Sebenarnya ada apa dengan Donghae-ah. Tidak biasanya dia seperti itu,” keluh Eunhyuk.   “Donghae tidak pernah mengatakan apapun padamu, Hyukkie?” tanya Sungmin.   Eunhyuk menggeleng. “Donghae tak pernah cerita apa-apa padaku, Hyung. Aku juga tak mengerti ada apa dengan anak itu. Setahuku, Donghae sedang tidak dalam suatu masalah atau yang lainnya. Sikapnya di luar juga seperti Donghae yang biasanya.”   “Donghae Hyung juga masih bersikap seperti biasanya pada kita. Hanya pada Wookie Hyung saja Donghae Hyung jadi sangat menyebalkan.”   “Wookie jadi terlihat tidak terlalu semangat beberapa hari ini. Walau ia sering berkata baik-baik saja, tapi aku tahu, Wookie pasti selalu memikirkan apa yang membuat Donghae seperti ini.”   Nae salmi haru haru kkumeul kkuneun geotcheoreom Neowa hamkke majubomyeo saranghal su itdamyeon Dasi ireoseolgeoya   Kyuhyun langsung meraih ponselnya yang berdering. Tanpa melihat siapa yang sudah melakukan panggilan padanya, Kyuhyun langsung saja menekan tombol berwarna hijau.   “Yeoboseo.”   “Yeoboseo, Kyuhyun-ah.”   Kyuhyun terdiam sejenak saat mendengar suara tersebut. Ia menjauhkan sedikit smartphonenya untuk melihat siapa yang telah menghubunginya. Ia tersenyum kecil begitu mengetahui nama yang tertera di layar ponselnya sama dengan pemilik suara di seberang sana.   “Annyeong, Hyung,” sapa Kyuhyun ceria.   “Annyeong, Kyuhyunnie. Bagaimana kabarmu dan yang lain?”   “Kami selalu baik-baik saja, Hyung. Tak perlu khawatir.”   “Jinjjayo?”   “Ne, Hyung tidak percaya padaku?”   Terdengar tawa dari seberang sana. Membuat Kyuhyun pun mengulaskan sebuah senyuman di wajah tampannya. Sungmin, Shindong dan Eunhyuk memandang tak mengerti ke arah Kyuhyun. Kyuhyun yang menyadari hal itu langsung mengaktifkan speaker ponselnya.   “Ada apa Hyung menghubungiku?”   “Apa harus ada alasan untuk seorang Hyung menghubungi dongsaengnya?”   “Leeteuk Hyung?”   Leeteuk, namja yang menghubungi Kyuhyun, kembali tertawa mendengar suara beberapa dongsaengnya itu. Ia yakin, Kyuhyun mengaktifkan speaker ponselnya.   “Annyeong, dongsaengdeul.”   “Hyung, bogoshippo,” seru Eunhyuk.   “Nado, Hyukkie. Nado bogoshippo. Aku juga sangat merindukan kalian disini. Aku harap, kalian semua dalam keadaan baik.”   “Tentu, Hyung. Hyung tak perlu mengkhawatirkan kami. Kami akan menjaga diri sebaik mungkin,” ucap Sungmin menenangkan.   “Syukurlah. Aku senang mendengarnya. Ah, ya, apakah Wookie ada bersama kalian?”   Hening. Shindong, Sungmin, Eunhyuk dan Kyuhyun saling berpandangan sejenak mendengar pertanyaan Leeteuk tersebut.   “Ada apa Hyung mencari Wookie?” tanya Shindong.   “Aniyo. Sejak dua hari lalu Wookie tak pernah menghubungiku. Aku khawatir terjadi sesuatu padanya. Apa dia baik-baik saja?”   Lagi-lagi keempat member Super Junior itu saling berpandangan. Seolah mereka dapat bertukar kata lewat pandangan.   “Sebenarnya memang ada sedikit masalah, Hyung,” ucap Sungmin pelan.   Akhirnya meluncurlah cerita Sungmin mengenai bagaimana hubungan antara Donghae dan Ryeowook. Walau mereka tak ingin membuat Leeteuk khawatir, tapi sepertinya memang hanya Leeteuk yang mampu menyelesaikan permasalahan ini.   “Hmm, jadi begitu. Baiklah, aku akan mencoba menanyakan hal ini pada Donghae. Semoga saja dia mau bicara padaku. Kalau begitu, aku bicara dengan Donghae sekarang. Annyeong.”   Klik!   Kyuhyun memandang layar ponselnya yang kini kembali berwarna hitam. Terbersit sedikit perasaan bersalah dalam benaknya saat dengan terpaksa mereka merepotkan Leeteuk untuk masalah kecil yang saat ini mereka hadapi.   “Semoga saja Donghae mau bercerita pada Leeteuk Hyung apa yang sebenarnya terjadi,” ucap Eunhyuk. ~SDfKR~   “Jadi, sebenarnya ada apa, Donghae-ah?”   “....”   “Mwo? Ya! Kenapa kau tak menceritakan hal ini pada yang lain? Aish, kau membuat mereka bingung, Donghae-ah.”   “....”   “Ne, ne. Arraseo. Aku akan menyampaikan pada yang lain. Tapi kau harus ingat, jangan sampai kau bertindak keterlaluan. Kau tahu kan bagaimana sensitifnya Wookie?”   “....”   “Kau tenang saja. Hyung akan mendukungmu selama kau tidak melewati batas.”   “....”   “Ne, cheonmaneyo. Kalau begitu, Hyung tutup telponnya, ne? Jaga kesehatanmu. Annyeong, Donghae-ah.”   Leeteuk tersenyum kecil begitu mengakhiri sambungan telponnya dengan Donghae. Leeteuk begitu lega saat mendengar apa yang membuat Donghae bersikap dingin dan acuh pada Ryeowook. Ia sedikit menyesali dirinya yang bahkan belum tahu akan melakukan apa untuk Ryeowook.   “Hah! Anak itu, senang sekali melakukan sesuatu tanpa membicarakannya dengan yang lain. Padahal kalau ia membicarakan dengan yang lain, pasti akan lebih menyenangkan.” Leeteuk tertawa kecil mengingat apa yang ia gumamkan barusan. Kenapa ia terkesan menjadi seevil Kyuhyun?   “Ah, sepertinya aku harus memberitahu yang lain sekarang. Mengingat hanya tinggal dua hari waktu yang tersisa. Setidaknya, walau aku tak bisa berada disana, aku dapat memberikan sesuatu dari sini untuk Wookie.” Leeteuk pun langsung mengambil ponselnyya dan segera menghubungi salah satu dongsaengnya. ~SDfKR~   Ryeowook terlihat terduduk di ruang tengah dorm lantai 12 seorang diri. Hari ini ia tak memiliki jadwal lain selain recording untuk Sukira sore nanti. Dan yang sangat tidak menyenangkan adalah dirinya hanya seorang diri. Donghae masih belum mau berbicara padanya. Sedangkan Shindong memilih untuk berkencan dengan Nari, mengingat sudah lama ia tak menghabiskan waktu dengan yeojachingunya itu.   Ryeowook bosan. Ia tidak tahu harus melakukan apa untuk mengurangi kadar kebosanannya. Biasanya Ryeowook akan menghabiskan waktu luangnya untuk sibuk di dapur. Entah membuat cake atau memasak makan malam untuk member lain. Tapi sejak Donghae berucap dengan sangat dingin mengenai salah satu hobinya itu, membuat Ryeowook jarang menyentuh dapur.   Ryeowook melemparkan pandangannya ke arah luar dorm mereka melalui jendela. Dapat dilihatnya langit kota Seoul yang sangat cerah. Ryeowook sedikit tersenyum melihat hal tersebut. Hatinya selalu terasa damai saat melihat hamparan awan di atas langit.   “Sudah hampir satu minggu. Tapi sepertinya Donghae Hyung masih belum ada keinginan untuk bicara denganku. Ayolah, Kim Ryeowook, berfikir. Apa yang sudah membuat Hyung kesayanganmu itu bersikap seperti itu padamu. Ia pasti punya alasan.”   Ryeowook bermonolog sendiri saat mengingat sikap Donghae padanya akhir-akhir ini. Selama beberapa hari ini, Ryeowook juga sudah berusaha mengingat kesalahan apa yang telah ia lakukan pada Donghae. Tapi nihil. Tak ada satu hal pun yang ia ingat.   Di saat seperti ini, terkadang ingin rasanya Ryeowook menghubungi Leeteuk dan menceritakan semuanya. Tapi Ryeowook tak ingin membuat Hyungnya itu khawatir. Ia tak ingin mengganggu Leeteuk di camp militer sana. Lagipula, ia harus belajar dewasa. Tidak selalu mengandalkan Hyungdeulnya untuk menyelesaikan masalahnya.   “Kau pasti bisa, Wookie. Sepulang dari Sukira nanti, aku akan bicara pada Donghae Hyung. Mungkin kalau aku menanyakan baik-baik pada Donghae Hyung, Donghae Hyung akan menjelaskan apa salahku. Kim Ryeowook, hwaiting!”   Ryeowook tersenyum kecil. Ia tidak ingin perang dingin yang terjadi antara dirinya dan Donghae berimbas pada kegiatan Super Junior lainnya. Ia harus bisa bersikap profesional. Memisahkan persoalan pribadi dengan urusan pekerjaan.   “Ah, sebaiknya aku bersiap-siap sekarang.”   Ryeowook pun bergegas bangun dari posisinya. Ia langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan bersiap untuk berangkat ke Sukira.   Tanpa Ryeowook sadari, sejak tadi ada seseorang yang memperhatikannya dari depan pintu. Sosok tersebut tersenyum ―atau mungkin menyeringai― mendengar monolog Ryeowook.   “It’s show time,” ucap sosok itu pelan. Setelahnya sosok itu menghilang dibalik pintu dorm. ~SDfKR~   Ryeowook menjatuhkan tubuhnya di sofa begitu menginjakkan kakinya di dorm. Malam ini ia hanya melakukan rekaman untuk siaran Sukira. Walau hanya beberapa jam, tapi rasa lelah begitu menderanya.   Ryeowook mengedarkan pandangannya ke sekitar ruang tengah dorm. Tak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali. Padahal jam baru menunjukkan 30 menit lewat dari pukul 10 malam. Apa Donghae dan Shindong sudah beristirahat?   “Padahal aku ingin bicara dengan Donghae Hyung. Sepertinya waktunya masih belum tepat.”   Ryeowook memejamkan matanya. Kantuk sudah menghampirinya. Namun Ryeowook enggan untuk beranjak ke kamarnya. Rasa lelah membuatnya berat melangkahkan kakinya menuju kamarnya.   . . .   “Ya! Kenapa kau tidur disini Kim Ryeowook?”   Ryeowook tersentak bangun saat mendengar sebuah suara yang cukup keras. Ia mengerjapkan matanya untuk memperjelas penglihatannya. Tangan kanannya bergerak menyentuh pelipisnya dan memijatnya pelan. Terbangun tiba-tiba karena terkejut membuat kepalanya sedikit berdenyut.   “Kenapa kau diam saja eoh?”   Ryeowook mengarahkan pandangannya pada sosok namja yang ada di hadapannya.   “Ah, mianhae Donghae Hyung. Sepertinya aku tertidur. Jeongmal mianhae,” ucap Ryeowook pelan saat menyadari sosok yang ada di hadapannya adalah Donghae.   “Kau selalu saja membuat masalah. Apa kau ingin jatuh sakit karena tidur di sofa dengan cuaca seperti ini?”   Ryeowook menundukkan kepalanya begitu mendengar nada suara Donghae. Ia menggigit bibir bawahnya pelan untuk menahan tetes-tetes bening itu mengalir di wajahnya.   “Mianhae, Hyung. Jeongmal mianhae,” ucap Ryeowook lirih.   “Kau meminta maaf padaku? Apa kau tahu apa kesalahanmu?”   Ryeowook menggeleng pelan. Masih dalam keadaan kepala tertunduk.   “Lalu untuk apa kau minta maaf jika kau saja tidak tahu apa kesalahanmu? Aku tak menyangka, sudah selama ini tapi kau sama sekali tak menyadari hal itu. Aku sungguh kecewa padamu.”   “Bisakah kau berhenti bersikap sekejam itu pada Wookie, Donghae-ah?”   Ryeowook mengangkat sedikit kepalanya saat mendengar suara Shindong.   “Aku hanya ingin dia menyadari kesalahan yang telah ia perbuat, Hyung,” sahut Donghae dengan ketus.   “Tapi bukan seperti itu caranya. Kau bisa mengatakan hal itu baik-baik pada Wookie.”   “Cukup, Hyungdeul. Tidak perlu sampai bertengkar seperti ini. Donghae Hyung, aku benar-benar tak tahu apa kesalahan yang telah kulakukan. Tolong beritahu padaku agar aku dapat memperbaiki kesalahanku tersebut. Kalau Donghae Hyung tak memberitahuku, bagaimana aku bisa memperbaiki kesalahanku,” ucap Ryeowook pelan.   “Kau mau tahu apa kesalahanmu?”   Ryeowook hanya mengangguk. Tanpa disadari olehnya, Donghae terlihat melirik ke arah jam yang berada tak jauh dari posisinya.   “Kesalahanmu adalah ―”   Ryeowook semakin menundukkan kepalanya. Bersiap mendengar apapun yang akan terucap dari mulut Donghae.   “Kesalahanmu adalah ― kau ― telah ― dilahirkan ke dunia tepat pada hari ini 26 tahun yang lalu.”   Hening. Ryeowook memgangkat kepalanya dengan wajah bingung.  Dilihatnya Donghae dan Shindong yang tersenyum lebar di hadapannya.   “Saengil chukka hamnida Saengil chukka hamnida Saengil chukka hamnida Saranghaneun uri Ryeowook Saengil chukka hamnida”   Ryeowook mengerjapkan matanya bingung melihat Hyungdeulnya dan Kyuhyun berada di hadapannya dengan membawa sebuah kue tart yang dilapisi krim berwarna ungu. Ia memandang tak mengerti ke arah Donghae yang kini tengah tertawa lebar.   “Aigo, kau tahu Wookie, sangat sulit untukku bersikap seacuh itu padamu. Untung saja aku bisa melakukannya sampai beberapa saat lalu. Mianhae, saengie, Hyung tidak benar-benar marah padamu,” ucap Donghae sambil membawa Ryeowook ke dalam pelukannya.   Ryeowook masih tak bersuara. Ia masih belum mengerti ada apa sebenarnya.   “Ah, apa kau lupa jika hari ini adalah ulang tahunmu,Wookie?” tanya Sungmin saat melihat Ryeowook hanya terdiam.   “Ulang tahun?”   “Ne. Donghae hanya sedang mengerjaimu. Donghae tidak benar-benar marah padamu, Wookie,” sambung Eunhyuk.   “Jadi, Hyungdeul dan juga Kyu mengerjaiku?”   “Aniyo, kami juga baru diberitahu Leeteuk Hyung dua hari lalu. Donghae Hyung benar-benar melancarkan idenya sendiri,” kini Kyuhyun yang menjawab.   “Mianhae, Wookie. Aku hanya ingin memberi sedikit kejutan untukmu. Kau mau memaafkanku, kan?”   Ryeowook tersenyum kecil dan mengangguk.   “Ne, Hyung. Gomawo.”   “Cheonmaneyo. Sekarang kau tiup lilinnya dan sebutkan permintaanmu.”   Ryeowook menurut. Ia memejamkan matanya sejenak sebelum meniup lilin yang berada di hadapannya. Ryeowook tersenyum penuh kebahagiaan sesaat setelah meniup lilinnya. Member lain pun secara bergantian memberikan ucapan selamat dan pelukan singkat pada Ryewook.   “Mianhae sudah membuatmu bingung,” ucap Donghae pelan saat memeluk Ryeowook.   “Ne, Hyung. Hyung tunggu saja pembalasan dariku nanti. Aku akan berbuat lebih kejam dari yang Donghae Hyung lakukan padaku,” sahut Ryeowook sambil terkekeh.     Donghae ikut tertawa dan mengacak pelan rambut Ryeowook. Selanjutnya mereka berdua ikut larut dalam sebuah perayaan kecil ulang tahun Ryeowook.     ~Fin~
Menuju Kematianku


Berita+dan+Kegiatan 's link
by Dr. Paul Craig Roberts Bila hari ini adalah tanggal 1 April dan bukan tanggal 2 Mei kita bisa mengabaikan  berita utama pagi ini sebagai sebuah lelucon bodoh April/April Mop bahwa Osama bin Laden tewas dalam baku tembak di Pakistan dan cepat-cepat dikuburkan di laut.  Mendengar berita seperti itu, kita harus menerimanya sebagai sebuah bukti lagi bahwa kepercayaan pemerintah Amerika Serikat tidak hanya terbatas semata-mata terhadap orang-orang  Amerika yang mudah ditipu. Pikirkanlah tentang hal ini.  Bagaimana mungkin bahwa seseorang yang diduga menderita penyakit ginjal dan membutuhkan dialisis dan  di samping itu ia juga menderita diabetes serta tekanan darah rendah, selamat di dalam persembunyiannya di  gunung selama satu dekade?  Jika bin Laden bisa mendapatkan peralatan dialisis dan perawatan medis yang diperlukan karena kondisinya, bukankah pengiriman peralatan dialisis akan dikirim ke tempat persembunyiannya? Mengapa diperlukan waktu sepuluh tahun untuk menemukan Osama bin Laden? Pertimbangkan juga klaim berikut yang diulang-ulang oleh media Amerika Serikat  yang merayakan kematian bin Laden secara berlebihan, bahwa "bin Laden menggunakan jutaan dolar untuk membiayai kamp pelatihan teroris di Sudan, Filipina, dan Afghanistan, mengirim 'pejuang suci' untuk memicu revolusi dan berjuang bersama dengan pasukan fundamentalis muslim  di Afrika Utara, di Chechnya, Tajikistan dan Bosnia".  Terlalu banyak kegiatan untuk dibiayai dengan hanya  jutaan dolar yang dimilikinya ( mungkin Amerika Serikat  harus melemparkan tanggung jawabnya kepada Pentagon ), tapi pertanyaan utamanya adalah: bagaimana bin Laden dapat  memindahkan uangnya?  Apakah sistem perbankan yang membantunya?  Pemerintah Amerika Serikat  berhasil merampas  aset orang dan aset negara, contohnya kasus Libya yang paling terbaru.  Mengapa tidak bisa dilakukan kepada aset bin Laden?  Apakah ia membawa  $ 100 juta dolar dalam bentuk lempengan emas dan mengirim utusan untuk membayar biaya operasinya yang berjauhan? Berita utama pagi ini memiliki reputasi peristiwa bertahap.  Tanda-tanda bau busuk dari laporan berita media sarat dengan pernyataan yang berlebihan, dari sorak-sorai kegembiraan sambil  mengibarkan bendera dengan meneriakkan "USA USA." Mungkinkah sesuatu yang lain akan terjadi? Tidak diragukan lagi Presiden Obama sangat membutuhkan nilai kemenangan.  Dia telah melakukan kesalahan yang  bodoh dengan memulai kembali perang di Afghanistan, dan sekarang setelah berlangsung satu dekade Amerika Serikat  berperang di Afghanistan, dimana saat ini menghadapi jalan buntu, jika bukan  kekalahan.  Perang yang dilakukan oleh rezim Bush/Obama telah membuat  bangkrut Amerika Serikat, meninggalkan defisit yang besar dan menurunkan nilai tukar dolar di belakang mereka.  Sementara pemilihan umum sudah semakin mendekat waktunya. Berbagai kebohongan dan penipuan seperti "senjata pemusnah massal," dan terakhir tindakan-tindakan pemerintah Amerika Serikat  yang berkonsekuensi mengerikan bagi Amerika Serikat sendiri dan dunia.  Tapi tidak semua tipuan sama.  Ingat, dari seluruh alasan untuk menyerang Afghanistan yang utama adalah untuk menangkap bin Laden.  Sekarang Presiden Obama menyatakan bin Laden telah ditembak mati di kepalanya oleh pasukan khusus Amerika Serikat yang beroperasi di sebuah negara yang merdeka dan Osama dikuburkan di laut, oleh karenanya tidak ada alasan untuk melanjutkan perang. Osama bin Laden Has Been Dead For Years Oleh: David Icke CNN dan media korporasi melaporkan malam ini dan mengaku bahwa aset CIA, Osama bin Laden telah dibunuh oleh militer Amerika Serikat di sebuah rumah besar di luar ibukota Pakistan, Islamabad bersama dengan anggota keluarga lainnya. Dalam pidatonya kepada rakyat Amerika Serikat, Obama mengatakan ia memerintahkan serangan yang diduga telah membunuh Osama. Isi pidatonya yang lain mengikuti naskah standar propaganda mengenai perang terhadap teror.  Sebuah tim kecil pasukan Amerika telah menewaskan bin Laden dalam pertempuran di sebuah kompleks perumahan di Pakistan, dalam sebuah pernyataan dramatis yang disampaikannya pada larut malam di Gedung Putih, Associated Press melaporkan pidato Presiden Obama yang a.l. mengatakan sebagai berikut: Obama mengatakan bahwa militer mengamankan jenazah Osama.  Namun masih harus diselisik  dengan teliti apakah pemerintah akan berusaha untuk memberikan bukti bahwa jenazah tersebut memang adalah Osama bin Laden. " Membunuh Osama bin Laden adalah sebuah masalah yang cukup besar.  Anda akan berpikir bahwa mengambil foto pemimpin teror merupakan kepentingan pasukan Amerika Serikat, hal tersebut sulit untuk dipahami, bahkan menunjukkan dengan jelas adanya propaganda, seperti sebuah pergiliran peristiwa penting, namun korporasi media tidak memberi apa-apa kepada kita, selain foto palsu yang sudah usang berusia tahunan.  Tentu saja hal ini akan masuk akal, kecuali bilamana saja seseorang mencoba untuk menyembunyikan sesuatu, karena faktanya bahwa mayat Osama telah di es agar tetap dalam keadaan baik, walau sudah berselang satu dekade Baca selengkapnya: Media Runs Fake Photo To Illustrate Bin Laden Death Propaganda Menurut beberapa laporan, tubuh Bin Laden dengan tergesa-gesa "dikuburkan di laut," yang berarti bahwa cerita komik mengenai pembunuhan dramatis didasarkan hanya pada ungkapan kata-kata yang kurang kredibel dari pemerintah Amerika Serikat." http://www.davidicke.com/headlines/48055-osama-bin-laden-has-been-dead-for-years "Perang melawan teror terus berlangsung, namun malam ini Amerika telah mengirimkan pesan jelas: Tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan, keadilan akan dilakukan, "kata mantan presiden Bush.  Pada tahun 2006, Bush mengakui bahwa menangkap Osama bukan merupakan prioritas utama. bukan merupakan prioritas utama. Pada bulan Pebruari 2004, radio pemerintah Iran menyatakan “sudah sejak lama” Osama bin Laden telah ditangkap di wilayah perbatasan Pakistan dengan Afghanistan. Pentagon dan pejabat Pakistan membantah laporan itu.  "Osama bin Laden telah ditangkap sejak lama, tapi Bush berniat untuk menggunakannya untuk manuver propaganda dalam pemilihan presiden," kata laporan radio tersebut. Osama bin Laden meninggal karena gagal ginjal segera setelah serangan September 11 September 2001.  Pada tahun 2002, Presiden Pakistan Pervez Musharraf mengatakan bahwa Bin Laden sakit ginjal, dan bahwa ia membutuhkan mesin dialisis ketika ia tinggal di Afghanistan.  Pada tahun yang sama, pejabat kontra-terorisme FBI, Dale Watson, berkata, " Saya pribadi berpikir dia mungkin sudah tidak bersama kita lagi." Menurut Fox News, seorang pemimpin Taliban mengatakan kepada Pakistan Observer pada tanggal 21 Desember 2002, bahwa Bin Laden menderita komplikasi paru-paru serius dan meninggal pada pertengahan Desember di sekitar pegunungan Tora Bora.  Sumber itu mengklaim bahwa bin Laden dimakamkan secara terhormat di tempat tinggal terakhirnya dan kuburannya dibuat sesuai keyakinan Wahabi. Alex Jones diberitahu langsung dalam siaran radio pada tahun 2002 oleh pejabat teras anggota Dewan Hubungan Luar Negeri [CFR] bahwa Osama Bin Laden telah meninggal karena gagal ginjal pada awal tahun 2002. "Saya memperoleh informasi tersebut dari [sumber] pejabat teras dalam pemerintahan Bush... bahwa bin Laden meninggal karena sudah sampai ajalnya dan bahwa keluarganya telah memberikan tubuhnya untuk CIA, bahwa mereka merencanakan akan memanfaatkannya tepat sebelum pemilu, bahwa mayat Osama saat ini diawetkan dengan es.  Mereka akan mengklaim bahwa mereka yang telah membunuhnya tepat sebelum pemilu," kata Alex pada saat itu. "Jones memberikan peringatan bahwa intelijen bisa menyampaikannya sebagai disinformasi, akan tetapi ia menyatakan bahwa sumber basisnya di Austin yang sangat dekat dengan pemerintahan Bush dan informasi kredibel yang sama telah diterimanya di masa lalu," tulis Paul Joseph Watson pada bulan Agustus 2002 Selama Pemilu 2004, CNN melaporkan bahwa orang dalam Partai Demokrat telah diberitahu bahwa George W. Bush akan menggunakan tubuh Bin Laden sebagai - sesuatu yang dapat menyokong kemenangan bilamana diungkap [as an ace-in-the-hole] - kalau dia berpikir bahwa dirinya berada dalam bahaya dan kalah dalam pemilihan 2004.  Ini mengkonfirmasikan sebagai bukti bahwa Jones memang telah diberi informasi oleh CFR dan yang lain-lainnya. Pada tahun 2003, mantan Menteri Luar Negeri, Madeleine Albright mengatakan kepada analis Fox News Channel, Morton Kondracke, ia menduga bahwa Bush tahu keberadaan Osama bin Laden dan menunggu saat yang paling menguntungkan secara politis untuk mengumumkan penangkapannya. Benazir Bhutto,, yang tewas dalam serangan bom bunuh diri pada akhir tahun 2007, menyatakan bahwa Osama bin Laden telah dibunuh oleh Ahmed Omar Saeed Sheikh, seorang pria yang dihukum karena penculikan dan pembunuhan jurnalis Daniel Pearl. Pekan lalu bersamaan dengan pernyataan yang disampaikan Obama, dikeluarkan akte kelahiran yang sangat mencurigakan. Kedua peristiwa tersebut merupakan usaha psikologis yang mungkin meramalkan kejadian yang jauh lebih signifikan dalam hari-hari ke depan, karena dewasa ini dolar Amerika Serikat terus kehilangan status cadangannya, demikian juga kegagalan untuk memulihkan ekonomi seperti yang dijanjikan, serta perang meluas di Libya, Pakistan, dan Afghanistan. Ketangkasan propaganda Obama menjadi terkenal, sebagaimana pemimpin Demokrat memulai memilih kembali presidennya sebagai usul tawaran terhadap sejumlah pesaing Partai Republik yang telah sangat kritis, tidak hanya terlihat dalam penanganan masalah ekonomi, akan tetapi juga dalam pengendalian rekayasa perang melawan teror. [http://www.prisonplanet.com/osama-bin-laden-has-been-dead-for-years.html]Osama bin Laden Has Been Dead For Years Oleh: Kurt Nimmo dan Alex Jones Perang melawan teror terus berlangsung, namun malam ini Amerika telah mengirimkan pesan jelas: Tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan, keadilan akan dilakukan, "kata mantan presiden Bush.  Pada tahun 2006, Bush mengakui bahwa menangkap Osama bukan merupakan prioritas utama. Video: Bush: Truly not concern about bin laden Pada bulan Pebruari 2004, Radio pemerintah Iran menyatakan “sudah sejak lama” Osama bin Laden telah ditangkap di wilayah perbatasan Pakistan dengan Afghanistan. Pentagon dan pejabat Pakistan membantah laporan itu.  "Osama bin Laden telah ditangkap sejak lama, tapi Bush berniat untuk menggunakannya untuk manuver propaganda dalam pemilihan presiden," kata laporan radio tersebut. Osama bin Laden meninggal karena gagal ginjal segera setelah serangan September 11 September 2001.  Pada tahun 2002, Presiden Pakistan Pervez Musharraf mengatakan bahwa Bin Laden sakit ginjal, dan bahwa ia membutuhkan mesin dialisis ketika ia tinggal di Afghanistan.  Pada tahun yang sama, pejabat kontra-terorisme FBI, Dale Watson, berkata, " Saya pribadi berpikir dia mungkin sudah tidak bersama kita lagi." Menurut Fox News, seorang pemimpin Taliban mengatakan kepada Pakistan Observer pada tanggal 21 Desember 2002, bahwa Bin Laden menderita komplikasi paru-paru serius dan meninggal pada pertengahan Desember di sekitar pegunungan Tora Bora.  Sumber itu mengklaim bahwa bin Laden dimakamkan secara terhormat di tempat tinggal terakhirnya dan kuburannya dibuat sesuai keyakinan Wahabi. Alex Jones diberitahu langsung dalam siaran radio pada tahun 2002 oleh pejabat teras anggota Dewan Hubungan Luar Negeri [CFR] bahwa Osama Bin Laden telah meninggal karena gagal ginjal pada awal tahun 2002. " Saya memperoleh informasi tersebut dari [sumber] pejabat teras dalam pemerintahan Bush... bahwa bin Laden meninggal karena sudah sampai ajalnya dan bahwa keluarganya telah memberikan tubuhnya untuk CIA, bahwa mereka merencanakan akan memanfaatkannya tepat sebelum pemilu, bahwa mayat Osama saat ini diawetkan dengan es.  Mereka akan mengklaim bahwa mereka yang telah membunuhnya tepat sebelum pemilu," kata Alex pada saat itu. "Jones memberikan peringatan bahwa intelijen bisa menyampaikannya sebagai disinformasi, akan tetapi ia menyatakan bahwa sumber basisnya di Austin yang sangat dekat dengan pemerintahan Bush dan informasi kredibel yang sama telah diterimanya di masa lalu," tulis Paul Joseph Watson pada bulan Agustus 2002 Selama Pemilu 2004, CNN melaporkan bahwa orang dalam Partai Demokrat telah diberitahu bahwa George W. Bush akan menggunakan tubuh Bin Laden sebagai - sesuatu yang dapat menyokong kemenangan bilamana diungkap [as an ace-in-the-hole] - kalau dia berpikir bahwa dirinya berada dalam bahaya dan kalah dalam pemilihan 2004.  Ini mengkonfirmasikan sebagai bukti bahwa Jones memang telah diberi informasi oleh CFR dan yang lain-lainnya. Pada tahun 2003, mantan Menteri Luar Negeri, Madeleine Albright mengatakan kepada analis Fox News Channel, Morton Kondracke, ia menduga bahwa Bush tahu keberadaan Osama bin Laden dan menunggu saat yang paling menguntungkan secara politis untuk mengumumkan penangkapannya. Video: 9/11 Dude questions Madeline Albright Benazir Bhutto, yang tewas dalam serangan bom bunuh diri pada akhir tahun 2007, menyatakan bahwa Osama bin Laden telah dibunuh oleh Ahmed Omar Saeed Sheikh, seorang pria yang dihukum karena penculikan dan pembunuhan jurnalis Daniel Pearl. Video: Benazir Bhutto:  Bin Laden was Murdered Pekan lalu bersamaan dengan pernyataan yang disampaikan Obama, dikeluarkan akte kelahiran yang sangat mencurigakan. Kedua peristiwa tersebut merupakan usaha psikologis yang mungkin meramalkan kejadian yang jauh lebih signifikan dalam hari-hari ke depan, karena dewasa ini dolar Amerika Serikat terus kehilangan status cadangannya, demikian juga kegagalan untuk memulihkan ekonomi seperti yang dijanjikan, serta perang meluas di Libya, Pakistan, dan Afghanistan. Ketangkasan propaganda Obama menjadi terkenal, sebagaimana pemimpin Demokrat memulai memilih kembali presidennya sebagai usul tawaran terhadap sejumlah pesaing Partai Republik yang telah sangat kritis, tidak hanya terlihat dalam penanganan masalah ekonomi, akan tetapi juga dalam pengendalian rekayasa perang melawan teror. [http://www.prisonplanet.com/osama-bin-laden-has-been-dead-for-years.html] Diterjemahkan oleh: akhirzaman.info Terkait:  1 Mei - Hari Penting Dalam SejarahTahukah Anda?, Al-Qaeda Hanya Sebuah DatabaseAl-Qaeda Sepenuhnya Merupakan  Rekayasa - a Made in the USA ProductionThe Imperial Anatomy of Al-QaedaTernyata bin Laden Palsu yang Dibunuh dalam Serangan Teroris di Abbottabad Pakistan itu

Powered by WordPress SEO Tools

Share

 

Leave a Comment

« | Home | »