Beberapa Hal Yang Membatalkan Wudhu

Tuesday, June 26th, 2012 admin

Pembahasan tentang hal yang membatalkan wudhu termasuk persoalan yang di dalamnya terdapat perbedaan pendapat para ulama. Dalam prinsip Ahlus Sunnah, perbedaan yang demikian termasuk sesuatu yang lumrah dan biasa terjadi. Karenanya diperlukan sikap lapang dada untuk menerima perbedaan pendapat tersebut, selama masing-masing berpegang pada dalil yang ada.

Wudhu sebagai rangkaian ibadah yang tidak dapat dipisahkan dari shalat seorang hamba dapat batal karena beberapa perkara. Hal-hal yang bisa membatalkan ini diistilahkan dalam fiqih Nawaqidhul Wudhu (pembatal-pembatal wudhu). Wudhu yang telah batal akan membatalkan pula shalat seseorang sehingga mengharuskannya untuk berwudhu kembali

Nawaqidhul wudhu ini ada yang disepakati oleh ulama karena adanya sandaran dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah dan telah terjadinya ijma’ di antara mereka tentang permasalahan tersebut. Ada juga yang diperselisihkan oleh mereka keberadaannya sebagai pembatal wudhu ataupun tidak. Hal ini disebabkan tidak adanya dalil yang jelas dari Al-Qur’an dan As-Sunnah serta tidak terjadinya ijma’ sehingga kembalinya perkara ini kepada ijtihad masing-masing ahlul ilmi.

Pembatal wudhu yang disepakati

1. Kencing  (buang air kecil/BAK) Abu Hurairah z berkata: Rasulullah  r bersabda:“Allah tidak menerima shalat salah seorang dari kalian jika ia berhadats sampai ia berwudhu.” (HR. Al-Bukhari no. 135) Hadits ini menunjukkan bahwa hadats kecil ataupun besar merupakan pembatal wudhu dan shalat seorang, dan kencing termasuk hadats kecil.

2.Buang Air Besar. Allah I berfirman dalam ayat wudhu ketika menyebutkan perkara yang mengharuskan wudhu (bila seseorang hendak mengerjakan shalat): “Atau salah seorang dari kalian kembali dari buang air besar…” (Al-Maidah: 6) Dengan demikian bila seseorang buang air besar (BAB) batallah wudhunya.

3.Keluar angin dari dubur (kentut). Angin yang keluar dari dubur (kentut) membatalkan wudhu, sehingga bila seseorang shalat lalu kentut, maka ia harus membatalkan shalatnya dan berwudhu kembali lalu mengulangi shalatnya dari awal. Abdullah bin Zaid bin ‘Ashim Al-Mazini z berkata: “Diadukan kepada Rasulullah r tentang seseorang yang menyangka dirinya kentut ketika ia sedang mengerjakan shalat. Maka beliau r bersabda: “Jangan ia berpaling (membatalkan shalatnya) sampai ia mendengar bunyi kentut (angin) tersebut atau mencium baunya.” (HR. Al-Bukhari no. 137 dan Muslim no. 361). Abu Hurairah z berkata: Rasulullah r bersabda: “Allah tidak menerima shalat salah seorang dari kalian jika ia berhadats sampai ia berwudhu.” (HR. Bukhari no. 135). Mendengar penyampaian Abu Hurairah z ini, berkatalah seorang lelaki dari Hadhramaut: “Seperti apa hadats itu wahai Abu Hurairah?” Abu Hurairah menjawab: “Angin yang keluar dari dubur (kentut) yang bunyi maupun yang tidak bunyi.”

Sementara perkataan Abu Hurairah ini dijelaskan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani t, beliau berkata: “Abu Hurairah menjelaskan tentang hadats dengan perkara yang paling khusus (yaitu angin dari dubur) sebagai peringatan bahwa angin dari dubur ini adalah hadats yang paling ringan sementara di sana ada hadats yang lebih berat darinya. Dan juga karena angin ini terkadang banyak keluar di saat seseorang melaksanakan shalat, tidak seperti hadats yang lain.” (Fathul Bari, 1/296)

Hadits ini dijadikan dalil bahwa shalat seseorang batal dengan keluarnya hadats, sama saja baik keluarnya dengan keinginan ataupun terpaksa. (Fathul Bari, 1/269)

Aisyah x berkata: Salma, maula Rasulullah r atau istrinya Abu Rafi‘ maula Rasulullah r, datang menemui Rasulullah r. Ia mengadukan Abu Rafi’ yang telah memukulnya. Rasulullah r pun bertanya kepada Abu Rafi’: “Ada apa engkau dengan Salma, wahai Abu Rafi‘?” Abu Rafi‘ menjawab: “Ia menyakitiku, wahai Rasulullah.” Rasulullah bertanya lagi: “Dengan apa engkau menyakitinya wahai Salma?” Kata Salma: “Ya Rasulullah, aku tidak menyakitinya dengan sesuatupun, akan tetapi ia berhadats dalam keadaan ia sedang shalat, maka kukatakan padanya: ‘Wahai Abu Rafi‘, sesungguhnya Rasulullah r telah memerintahkan kaum muslimin, apabila salah seorang dari mereka kentut, ia harus berwudhu.’ Abu Rafi‘ pun bangkit lalu memukulku.” Mendengar hal itu Rasulullah r tertawa seraya berkata: “Wahai Abu Rafi‘, sungguh Salma tidak menyuruhmu kecuali kepada kebaikan.” (HR. Ahmad 6/272, dihasankan Asy-Syaikh Muqbil t dalam Al-Jami’ush Shahih, 1/521)

Adapun orang yang terus menerus keluar hadats darinya seperti penderita penyakit beser (kencing terus menerus) (Al-Fatawa Al-Kubra, Ibnu Taimiyah t, 1/282) atau orang yang kentut terus menerus atau buang air besar terus menerus maka ia diberi udzur di mana thaharahnya tidaklah dianggap batal dengan keluarnya hadats tersebut. (Asy-Syarhul Mumti’, 1/221)

4.Keluar Madzi

Keluarnya madzi termasuk pembatal wudhu sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Ali bin Abi Thalib z. Ali berkata: “Aku seorang yang banyak mengeluarkan madzi, namun aku malu untuk bertanya langsung kepada Rasullah r karena keberadaan putrinya (Fathimah x) yang menjadi istriku. Maka akupun meminta Miqdad ibnul Aswad z untuk menanyakannya kepada Rasulullah r. Beliau r pun menjawab: “Hendaklah ia mencuci kemaluannya dan berwudhu.” (HR. Al-Bukhari no. 269 dan Muslim no. 303)

5.Keluar Wadi

Keberadaan wadi sama halnya dengan madzi atau kencing sehingga keluarnya membatalkan wudhu seseorang.

6. Keluar Darah Haid dan Nifas

Darah haid dan nifas yang keluar dari kemaluan (farji) seorang wanita adalah hadats besar yang karenanya membatalkan wudhu wanita yang bersangkutan. Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah di atas tentang batalnya wudhu karena hadats. Dan selama masih keluar darah haid dan nifas ini diharamkan baginya mengerjakan shalat, puasa dan bersenggama dengan suaminya sampai ia suci.

Dikecualikan bila darah dari kemaluan itu keluar terus menerus di luar waktu kebiasaan haid dan bukan disebabkan melahirkan, seperti pada wanita yang menderita istihadhah, karena wanita yang istihadhah dihukumi sama dengan wanita yang suci sehingga ia tetap mengerjakan shalat walaupun darahnya terus keluar. Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin t berkata: “Bila si wanita yang menderita istihadhah itu ingin berwudhu untuk shalat hendaknya ia mencuci terlebih dahulu kemaluannya dari bekas darah dan menahan keluarnya darah dengan kain.” (Risalah fid Dima’ Ath-Thabi’iyyah Lin Nisa, hal. 50)

7.    Keluarnya Mani

Seseorang yang keluar maninya wajib baginya mandi, tidak cukup hanya berwudhu, karena dengan keluarnya mani seseorang dia dihukumi dalam keadaan junub/ janabah yang berarti dia telah hadats besar. Berbeda dengan kencing, BAB, keluar angin, keluar madzi dan wadi yang merupakan hadats kecil sehingga dicukupkan dengan wudhu.

8. Jima’ (senggama)

Abu Hurairah z mengabarkan bahwa Rasulullah r pernah bersabda:

“Apabila seorang suami telah duduk di antara empat cabang istrinya kemudian dia bersungguh-sungguh padanya (menggauli istrinya), maka sungguh telah wajib baginya untuk mandi (janabah).” (HR. Al-Bukhari no. 291 dan Muslim no. 348)

Dalam riwayat Muslim ada tambahan:

“Sekalipun ia tidak keluar mani.”

Dari hadits di atas kita pahami bila jima‘ (senggama) sekalipun tidak sampai keluar mani menyebabkan seseorang harus mandi, sehingga jima‘ perkara yang membatalkan wudhu.

Pembatal wudhu yang diperselisihkan

Dalam masalah fiqhiyyah baik itu  fiqh ibadah ataupun fiqh muamalah sering sekali kita dapati  perselisihan di antara ahlul ilmi. Hal ini disebabkan tersamarnya dalil  yang jelas dalam pengetahuan mereka, baik dari Al-Qur’an ataupun dari hadits dan karena satu keadaan dimana masing-masing mereka harus berijtihad terhadap permasalahan yang ada, sehingga timbullah beragam pandangan. Permasalahan ini sebetulnya bukan permasalahan yang baru karena sejak zaman sahabat kita dapati mereka berselisih dalam beberapa masalah fiqhiyyah dan diikuti oleh zaman setelahnya dari kalangan para imam. Walaupun kita dapati mereka berselisih dalam berbagai permasalahan, namun mereka terhadap satu dengan yang lainnya saling berlapang dada  selama perkara itu bukanlah perkara yang ganjil yang menyelisihi pendapat yang ma‘ruf (atau meyelisihi ijma’), walaupun juga dalam banyak permasalahan kita dapati mereka bersepakat di atasnya.

Demikianlah yang ingin kami utarakan sebelum masuk ke dalam masalah yang diperselisihkan di sini, yang mana mungkin penulis berbeda pandangan dalam menguatkan satu permasalahan dengan pembaca, sehingga bila didapati hal yang demikian hendaknya kita berlapang dada. Tentunya dengan tidak menolak pandangan yang ada selama itu adalah ma’ruf di kalangan ahlul ilmi salafus shalih. Mungkin penulis memberikan contoh waqi‘iyyah (kenyataan) yang penulis sendiri mengalaminya (yang terkenang di sisi penulis). Suatu ketika penulis shalat berdampingan dalam satu shaf dengan guru kami Asy-Syaikh Al-Muhaddits Muqbil t. Pada waktu itu penulis berpandangan menggerak-gerakkan jari dalam tasyahud karena memilih pendapat tahrik (menggerak-gerakkan jari) sesuai dengan pendapat yang ma’ruf. Sementara guru kami adalah orang yang sangat keras melemahkan hadits dalam masalah tahrik ini dan memandangnya syadz (ganjil). Namun selesai shalat beliau t tidak memaksakan pendapatnya kepada penulis dalam keadaan beliau berkuasa untuk memaksa dan melakukan penekanan. Bahkan yang ada dalam berbagai majelis beliau berbangga dengan keberadaan murid-muridnya yang tidak taqlid (mengikut tanpa dalil) kepada beliau tapi berpegang dengan dalil sekalipun harus berbeda pandangan dengan beliau rahimahullah rahmatan wasi‘atan.

1.     Menyentuh wanita

Ahlul ilmi terbagi dalam dua pendapat dalam menafsirkan firman Allah I:

“Atau kalian menyentuh wanita …” (An-Nisa: 43)

Pertama: sebagian mereka menafsirkan “menyentuh” dengan jima’ (senggama), seperti pendapat Ibnu ‘Abbas, ‘Ali, ‘Ubay bin Ka’b, Mujahid, Thawus, Al-Hasan, ‘Ubaid bin ‘Umair, Sa’id bin Jubair, Asy-Sya’bi, Qatadah dan Muqatil bin Hayyan. (Tafsir Ibnu Katsir, 2/227)

Kedua: ahlul ilmi yang lain berpendapat “menyentuh” di sini lebih luas/ umum daripada jima’ sehingga termasuk di dalamnya menyentuh dengan tangan, mencium, bersenggolan, dan semisalnya. Di antara yang berpendapat seperti ini adalah Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Umar dari kalangan shahabat. Abu ‘Utsman An-Nahdi, Abu ‘Ubaidah bin Abdillah bin Mas’ud, ‘Amir Asy-Sya’bi, Tsabit ibnul Hajjaj, Ibrahim An-Nakha’i dan Zaid bin Aslam. (Tafsir Ibnu Katsir, 2/227)

Adapun pendapat pertama, bila seseorang menyentuh wanita dengan tangannya atau dengan seluruh tubuhnya selain jima’ maka tidaklah membatalkan wudhu.

Sedangkan pendapat kedua menunjukkan sekedar menyentuh wanita, walaupun tidak sampai jima’, membatalkan wudhu.

Dari dua penafsiran di atas yang rajih adalah penafsiran yang pertama bahwa yang dimaksud dengan menyentuh dalam ayat di atas adalah jima’ sebagaimana hal ini ditunjukkan dalam Al-Qur’an sendiri1 dan juga dalam hadits-hadits Rasulullah r yang menunjukkan bahwa semata-mata bersentuhan dengan wanita (tanpa jima’) tidaklah membatalkan wudhu.

Ibnu Taimiyyah t berkata: “Yang dimaukan (oleh ayat Allah I ini) adalah jima’, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas c dan selainnya dari kalangan Arab. Dan diriwayatkan hal ini dari ‘Ali z dan selainnya. Inilah yang shahih tentang makna ayat ini. Sementara menyentuh wanita (bukan jima’) sama sekali tidak ada dalilnya dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah yang menunjukkan bahwa hal itu membatalkan wudhu. Adalah kaum muslimin senantiasa bersentuhan dengan istri-istri mereka namun tidak ada seorang muslim pun yang menukilkan dari Nabi r bahwa beliau memerintahkan kepada seseorang untuk berwudhu karena menyentuh para wanita (istri).”

Beliau juga berkata: “Telah diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar dan Al-Hasan bahwa menyentuh di sini dengan tangan dan ini merupakan pendapat sekelompok salaf. Adapun apabila menyentuh wanita tersebut dengan syahwat, tidaklah wajib berwudhu karenanya, namun apabila dia berwudhu, perkara tersebut baik dan disenangi (yang tujuannya) untuk memadamkan syahwat sebagaimana disenangi berwudhu dari marah untuk memadamkannya. Adapun menyentuh wanita tanpa syahwat maka aku sama sekali tidak mengetahui adanya pendapat dari salaf bahwa hal itu membatalkan wudhu.” (Majmu’ Al-Fatawa, 21/410)

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin t berkata: “Pendapat yang rajih adalah menyentuh wanita tidak membatalkan wudhu secara mutlak, sama saja baik dengan syahwat atau tidak dengan syahwat kecuali bila keluar sesuatu darinya (madzi atau mani). Bila yang keluar mani maka wajib baginya mandi sementara kalau yang keluar madzi maka wajib baginya mencuci dzakar-nya dan berwudhu.” (Majmu’ Fatawa wa Rasail, 4/201, 202)

Dalil dari As-Sunnah yang menunjukkan bahwa bersentuhan dengan wanita (selain jima’) tidaklah membatalkan wudhu di antaranya:

Aisyah r berkata:

“Aku pernah tidur di hadapan Rasulullah r dalam keadaan kedua kaki di arah kiblat beliau (ketika itu beliau sedang shalat, pen) maka bila beliau sujud, beliau menyentuhku (dengan ujung jarinya) hingga aku pun menekuk kedua kakiku. Bila beliau berdiri, aku kembali membentangkan kedua kakiku.” (HR. Al-Bukhari no. 382 dan Muslim no. 512)

Aisyah r juga mengabarkan:

“Suatu malam, aku pernah kehilangan Rasulullah r dari tempat tidurku. Maka aku pun meraba-raba mencari beliau hingga kedua tanganku menyentuh bagian dalam kedua telapak kaki beliau yang sedang ditegakkan. Ketika itu beliau di tempat shalatnya (dalam keadaan sujud) dan sedang berdoa: Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu dan dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu, aku tidak dapat menghitung pujian atas-Mu, Engkau sebagaimana yang Engkau puji terhadap diri-Mu.”  (HR. Muslim no. 486)

2. Muntah

Di antara ulama ada yang berpendapat bahwa muntah mengharuskan seseorang untuk berwudhu dengan dalil hadits Ma’dan bin Abi Thalhah dari Abu Ad-Darda bahwasanya Nabi r pernah muntah, lalu beliau berbuka dan berwudhu. Kata Ma’dan: “Aku berjumpa dengan Tsauban di masjid Damaskus, maka aku sebutkan hal itu padanya, Tsauban pun berkata: “Abu Ad-Darda benar, akulah yang menuangkan air wudhu beliau r.” (HR. At-Tirmidzi no. 87)

Al-Imam Asy-Syaukani t berkata: “Al-Baihaqi mengatakan bahwa hadits ini diperselisihkan (mukhtalaf) pada sanadnya. Kalaupun hadits ini shahih maka dibawa pemahamannya pada muntah yang sengaja.” Di tempat lain Al-Baihaqi berkata: “Isnad hadits ini mudhtharib (goncang), tidak bisa ditegakkan hujjah dengannya.” (Nailul Authar, 1/268). Asy-Syaikh Ahmad Syakir t di dalam ta’liq beliau terhadap kitab Ar-Raudhatun Nadiyyah mengatakan: “Hadits-hadits yang diriwayatkan dalam masalah batalnya wudhu karena muntah adalah lemah semuanya, tidak dapat dijadikan hujjah.” (ta’liq beliau dinukil dari Ta’liqat Ar-Radhiyyah, 1/174)2

Ulama berselisih pendapat dalam masalah muntah ini:

-          Di antara mereka ada yang berpendapat muntah itu membatalkan wudhu seperti Abu Hanifah dan pengikut mazhab Abu Hanifah, dengan syarat muntah itu berasal dari dalam perut, memenuhi mulut dan keluar sekaligus. (Nailul Authar, 1/268). Al-Imam At-Tirmidzi t berkata: “Sebagian ahlul ilmi dari kalangan sahabat Nabi r dan selain mereka dari kalangan tabi’in berpandangan untuk berwudhu disebabkan muntah dan mimisan. Demikian pendapat Sufyan Ats-Tsauri, Ibnul Mubarak, Ahmad dan Ishaq. Sementara sebagian ahlul ilmi yang lainnya berpendapat tidak ada keharusan berwudhu karena muntah dan mimisan, demikian pendapat Malik dan Asy-Syafi’i. (Sunan At-Tirmidzi, 1/59)

-          Adapun ulama yang lain seperti 7 imam yang faqih dari Madinah, Asy-Syafi‘i dan orang-orang yang mengikuti mazhab Asy-Syafi’i, juga satu riwayat dari Al-Imam Ahmad menunjukkan bahwa keluar sesuatu dari tubuh selain qubul dan dubur tidaklah membatalkan wudhu, baik sedikit ataupun banyak, kecuali bila yang keluar dari tubuh itu kencing ataupun tahi. (Nailul Authar, 1/268, Asy-Syarhul Mumti’, 1/234). Inilah pendapat yang rajih dan menenangkan bagi kami. Mereka berdalil sebagai berikut:

  1. Hukum asal perkara ini tidaklah membatalkan wudhu. Sehingga barangsiapa yang menyatakan suatu perkara menyelisihi hukum asalnya maka hendaklah ia membawakan dalil.
  2. Sucinya orang yang berwudhu dinyatakan dengan pasti oleh kandungan dalil syar‘i, maka apa yang telah pasti tidaklah mungkin mengangkat kesuciannya (menyatakan hilang/ membatalkannya) kecuali dengan dalil syar‘i.
  3. Hadits yang dijadikan dalil oleh pendapat pertama telah dilemahkan oleh mayoritas ulama
  4. Apa yang ditunjukkan dalam hadits ini adalah semata-mata fi‘il (perbuatan) sedangkan yang semata-mata fi‘il tidaklah menunjukkan suatu yang wajib. (Asy-Syarhul Mumti‘, 1/224-225)

Al-Imam An-Nawawi berkata: “Tidaklah batal wudhu dengan keluarnya sesuatu dari selain dua jalan (qubul dan dubur) seperti pendarahan, darah yang keluar karena berbekam, muntah dan mimisan, sama saja baik keluarnya banyak ataupun sedikit.3 Demikian pendapat Ibnu ‘Abbas, Ibnu ‘Umar, Ibnu Abi Aufa, Jabir, Abu Hurairah, ‘Aisyah, Ibnul Musayyab, Salim bin Abdillah bin ‘Umar, Al-Qasim bin Muhammad, Thawus, ‘Atha, Mak-hul, Rabi’ah, Malik, Abu Tsaur dan Dawud. Al-Baghawi berkata: “Ini merupakan pendapat mayoritas shahabat dan tabi`in.”  (Al-Majmu’, 2/63)

Adapun Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah t dalam Majmu’atur Rasail Al-Kubra, beliau berpendapat hukumnya di sini adalah sunnah sebagaimana dinukilkan oleh Asy-Syaikh Albani t. Demikian juga beliau menyatakan sunnahnya berwudhu setelah muntah. (Tamamul Minnah, hal. 111, 112)

Sementara hadits ‘Aisyah x bahwasanya Rasulullah r bersabda:

“Siapa yang ditimpa (mengeluarkan) muntah, mimisan, qalas4 atau madzi (di dalam shalatnya) hendaklah ia berpaling dari shalatnya lalu berwudhu.” (HR. Ibnu Majah no. 1221)

Al-Imam Asy-Syaukani t berkata: “Hadits ini dinyatakan cacat oleh sebagian Ahlul Hadits karena setiap periwayatan Isma’il ibnu ‘Iyasy dari orang-orang Hijaz semuanya dinilai lemah. Sementara dalam hadits ini Isma’il meriwayatkan dari Ibnu Juraij yang dia itu orang Hijaz. Juga karena para perawi yang meriwayatkan dari Ibnu Juraij –yang mereka itu adalah para tokoh penghapal– meriwayatkannya secara mursal (menyelisihi periwayatan Isma’il yang meriwayatkannya secara ittishal (bersambung) – pen.), sebagaimana hal ini dikatakan oleh penulis kitab Muntaqal Akhbar. Terlebih lagi riwayat yang mursal ini dinyatakan shahih oleh Adz-Dzuhli, Ad-Daruquthni dalam kitab Al-’Ilal, begitu pula Abu Hatim dan beliau mengatakan telah terjadi kesalahan dalam periwayatan Isma’il. Ibnu Ma’in berkata hadits ini dha’if. (Nailul Authar, 1/269)

Al-Hafidz Ibnu Hajar t mengatakan bahwa Al-Imam Ahmad dan selain beliau men-dha’if-kan hadits ini (Bulughul Maram hal. 36)

3. Darah yang keluar dari tubuh

Darah yang keluar dari tubuh seseorang, selain kemaluannya tidaklah membatalkan wudhu, sama saja apakah darah itu sedikit ataupun banyak. Demikian pendapat Ibnu ‘Abbas, Ibnu Abi Aufa, Abu Hurairah, Jabir bin Zaid, Ibnul Musayyab, Mak-hul, Rabi’ah, An-Nashir, Malik dan Asy-Syafi’i. (Nailul Authar, 1/269-270). Dan ini pendapat yang rajih menurut penulis. Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

Dari kalangan ahlul ilmi ada yang membedakan antara darah sedikit dengan yang banyak. Bila keluarnya sedikit tidak membatalkan wudhu namun bila keluarnya banyak akan membatalkan wudhu. Hal ini seperti pendapat Abu Hanifah, Al-Imam Ahmad dan Ishaq. (Nailul Authar, 1/269)

Adapun dalil bahwa darah tidak membatalkan wudhu adalah hadits tentang seorang shahabat Al-Anshari yang tetap mengerjakan shalat walaupun darahnya terus mengalir karena luka akibat tikaman anak panah pada tubuhnya (HR. Al-Bukhari secara mu‘allaq dan secara maushul oleh Al-Imam Ahmad, Abu Dawud dan selainnya. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 193)

Seandainya darah yang banyak itu membatalkan wudhu niscaya shahabat Nabi r itu dilarang untuk mengerjakan shalat dan akan disebutkan teguran dari Nabi r atas shalat yang ia kerjakan tersebut dan akan diterangkan kepadanya atau siapa yang bersamanya. Karena mengakhirkan penjelasan/ penerangan pada saat dibutuhkan penerangannya tidaklah diperbolehkan. Mereka para shahabat g sering terjun ke dalam medan pertempuran hingga badan dan pakaian mereka berlumuran darah. Namun tidak dinukilkan dari mereka bahwa mereka berwudhu karenanya dan tidak didengar dari mereka bahwa perkara ini membatalkan wudhu. (Sailul Jarar, 1/262, Tamamul Minnah, hal. 51-52)

Wallahu ta‘ala a‘lam bish-shawab wal ilmu ‘indallah.

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsari)

Twitter

richi2988 Thu, 23 May 2013 11:09:47 +0000
RT @Fateha_Aziz: Kita mati? Hal dunia kita tinggal. Sebab tu jangan berlagak dengan apa kita ada. Tak bawa ke akhirat pun. Amal jariah tu bekalan kita nanti.
sayhellowawarin Thu, 23 May 2013 10:51:30 +0000
RT @Fateha_Aziz: Kita mati? Hal dunia kita tinggal. Sebab tu jangan berlagak dengan apa kita ada. Tak bawa ke akhirat pun. Amal jariah tu bekalan kita nanti.
AinaShafii Thu, 23 May 2013 10:44:47 +0000
RT @Fateha_Aziz: Kita mati? Hal dunia kita tinggal. Sebab tu jangan berlagak dengan apa kita ada. Tak bawa ke akhirat pun. Amal jariah tu bekalan kita nanti.
IDayuRoslanH Thu, 23 May 2013 10:44:30 +0000
RT @Fateha_Aziz: Kita mati? Hal dunia kita tinggal. Sebab tu jangan berlagak dengan apa kita ada. Tak bawa ke akhirat pun. Amal jariah tu bekalan kita nanti.
syafiqnasir03 Thu, 23 May 2013 10:44:30 +0000
RT @Fateha_Aziz: Kita mati? Hal dunia kita tinggal. Sebab tu jangan berlagak dengan apa kita ada. Tak bawa ke akhirat pun. Amal jariah tu bekalan kita nanti.
MizaCeypets Thu, 23 May 2013 10:43:47 +0000
RT @Fateha_Aziz: Kita mati? Hal dunia kita tinggal. Sebab tu jangan berlagak dengan apa kita ada. Tak bawa ke akhirat pun. Amal jariah tu bekalan kita nanti.
beatrix_ily Thu, 23 May 2013 10:42:59 +0000
RT @Fateha_Aziz: Kita mati? Hal dunia kita tinggal. Sebab tu jangan berlagak dengan apa kita ada. Tak bawa ke akhirat pun. Amal jariah tu bekalan kita nanti.
Jannah_1D Thu, 23 May 2013 10:42:28 +0000
RT @Fateha_Aziz: Kita mati? Hal dunia kita tinggal. Sebab tu jangan berlagak dengan apa kita ada. Tak bawa ke akhirat pun. Amal jariah tu bekalan kita nanti.
firdauuuussss Thu, 23 May 2013 10:42:19 +0000
RT @Fateha_Aziz: Kita mati? Hal dunia kita tinggal. Sebab tu jangan berlagak dengan apa kita ada. Tak bawa ke akhirat pun. Amal jariah tu bekalan kita nanti.
RajaAleef Thu, 23 May 2013 10:41:51 +0000
RT @Fateha_Aziz: Kita mati? Hal dunia kita tinggal. Sebab tu jangan berlagak dengan apa kita ada. Tak bawa ke akhirat pun. Amal jariah tu bekalan kita nanti.
EzatSabrin Thu, 23 May 2013 10:41:51 +0000
RT @Fateha_Aziz: Kita mati? Hal dunia kita tinggal. Sebab tu jangan berlagak dengan apa kita ada. Tak bawa ke akhirat pun. Amal jariah tu bekalan kita nanti.
Fateha_Aziz Thu, 23 May 2013 10:40:57 +0000
Kita mati? Hal dunia kita tinggal. Sebab tu jangan berlagak dengan apa kita ada. Tak bawa ke akhirat pun. Amal jariah tu bekalan kita nanti.
MariamHasman Thu, 23 May 2013 10:21:07 +0000
Takperlu stok haji lebai-ustaz ustzh. Cukuplh yg snts istiqamah dlm melakukn amal jariah :) Allah tkpndg pakaian. Namun tutup aurat tu perlu
NadiahMohd_23 Thu, 23 May 2013 09:59:29 +0000
@Qilaahhs tulah. Amal jariah. Nak nak tgh bulan rejab nie kan? Hahahhhah :p
Hamka1991 Thu, 23 May 2013 09:47:03 +0000
@cikAizat ckp la kt pihak ptptn... buat amal jariah sket.... haha

Blogs

International Community Service Programme 2013: Amal Jariah ...
Amal Jariah Programme in conjunction of International Community Service Programme (ICOS) 2013 was launched yesterday (5 March). For that, ICOS Steering Committee calls on and invites all Muslims especially ...
UMNO Online - Pas Terdesak Putar Belit Sedekah Amal Jariah ...
Pas Terdesak Putar Belit Sedekah Amal Jariah Untuk Siapakan Lebuh Raya. Oleh : Ropikah Ahmad. KUALA LUMPUR, 8 Jun – Kegagalan Kerajaan Negeri Kelantan di bawah pentadbiran Pas dengan Menteri Besarnya adalah Mursyidul ...
AMAL JARIAH PAR PERMAS DEMI UNTUK RAKYAT MARHEAN
AMAL JARIAH PAR PERMAS DEMI UNTUK RAKYAT MARHEAN. Pagi tadi PAR permas melalui penyelianya Syed Othman Abdullah bersama setiausaha PAR abusiraj almuner dan Ajk cawangan pas permas Saudara ...
3 Jan 2013 - Started an Amal Jariah FB Page - an improvement a day.
3 Jan 2013 - Started an Amal Jariah FB Page. The idea is not new. Except it was intended as Solo Project. That's why never kick off! http://www.facebook.com/pages/Beramal-Jariah-sambil-Ber-fb/510509355647214?ref= ...

Videos

Facebook

Fatin Nurqaseh Nujma


amal+jariah 's link
Mana tahu sedekah Rm 2 tu Allah selamatkan kita dari Mati lemas esok .. Mana tahu sedekah RM 20 tu Allah selamatkan Kereta dari Di rempuh lori tahun depan .. Mana tahu sedekah RM 200 tu Allah selamatkan Anak kita masa hadapan .. Mana tahu sedekah yg tak seberapa itu Allah meredhai kita Dunia Akhirat.. :) (◕‿◕) puan2 yg sedang online, admin syorkan LIKES Persatuan Wanita Ibu Isteri Malaysia . byk info & info berguna utk puan2. TQ
Ahmad Zakaria
Ahmad Zakaria shared a photo.

amal+jariah 's image link
Arief Zainal
Halim Hulaim Huraira
Halim Hulaim Huraira shared Projek Bangunan Sekolah ABIM Kajang's photo.

amal+jariah 's image link
Sumaida Ida
Garçon Yat
Siti Latifah


amal+jariah 's link
Wahai imam ku .. Nanti di kala kehadiranmu bawakanlah sesuatu untukku yaitu : ¤ rumah berbentuk amal saleh ¤ beratapkan kasih sayang ¤ berdindingkan kecintaan yg tulus & suci ¤ berisikan sikap tawakal ¤ berp0ndasikan k'imanan dan k'takwaaan ¤ kendaraan berodakan amal jariah ¤ berbensinkan kepedulian kepada sesama ¤ perhiasan k'sabaran dgn kadar karat yg di penuhi dgn rasa syukur sepanjang waktu ¤ selendang k'ikhlasan yg engkau pakaikan kepada ku ¤ jilbab ketawadhuan ¤ seperangkat ketegaran dalam menghadapi kehidupan " wahai calon imamku, genggamlah tanggan & hati ini "
Ash Faqh Zameen
Ash Faqh Zameen shared a photo.

amal+jariah 's image link
Usulul Din


amal+jariah 's link
Assalamualaikum semua..memandangkn pelanggan YassinRM0.60 semakin bertambah (Alhmdulillah & terima kasih :)), besarlh harapan kami agar pembayaran dapat dibuat selewat2nya SEBULAN SEBELUM MAJLIS BERLANGSUNG bg mengelakkan Yassin tidak sempat sampai pada waktu jangkaan (x prnh berlaku lg, tp berjaga-jaga). Ini kerana; 1. Kami hanya mem'proses' order setelah pembayaran diterima. 2. Kami kini terpaksa mengupah orang lain untuk melaksanakn proses pembungkusan, kerana pesanan yg semakin bertambah (sekali lagi Alhamdulillah & terima kasih :)). Jutaan terima kasih atas kerjasama semua, semoga Allah memudahkan segala tugasan kita..Amin
Maizan Rafidah Arshad
Maizan Rafidah Arshad shared Jom Berdakwah Di FB's photo.

amal+jariah 's image link
Sudirman Abdul Ghani
Sudirman Abdul Ghani shared Mutiara Kata Islam's photo.

amal+jariah 's image link
Efendiealhusein Seycher Mania


amal+jariah 's link
☼ Yg Punya Hp Harus baca ☼ YA ALLAH..! Ampuni lah dosa kami yg punya HP, karena kami : 1. Lebih banyak "Mengisi Pulsa" dari pada "Bersedekah" 2. Lebih banyak "Pegang HP" dari pada "Pegang TASBIH" 3. Lebih banyak "Baca SMS" dari pada "Baca AL QUR'AN" 4. Sering TELEPON tp jarang SILATURAHMI 5. Lebih sering buka "BLUETOOTH" dari pada "BERLUTUT SUJUD" YA ALLAH! ampunilah kami. Jika beli PULSA Rp 10rb merasa kekecilan, tapi ngisi kotak amal Rp5rb merasa kebanyakan.. Ampunilah kami Ya Allah, amin.. # Klik Suka dan Bagikan..
Muhammad Nasucha Ba


amal+jariah 's link
21 PESAN DARI RASULULLAAH Shallallaahu Allaihi Wassalam. Segala puji bagi Allaah, Tuhan sekalian alam. Shalawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad Shallallaahu Allaihi  Wassalam. keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat. Sahabat FB 44342 yang dirahmati Allaah, Syurga adalah tempat tinggal yang abadi di hari akhirat disediakan oleh Allaah Subhanahu Wa Ta'alla, untuk orang-orang mukmin. Anas bin Malik r.a berkata: "Nabi Muhammad Shallallaahu Allaihi  Wassalam. bersabda maksudnya : "Siapa yang minta kepada Allaah syurga sampai tiga kali, maka syurga berdu'a: "Ya Allaah, masukkan ia ke syurga" dan siapa berlindung kepada Allaah dari neraka tiga kali maka neraka berdu'a: "Ya Allaah, hindarkan ia dari neraka." Seorang ahli hikmah berkata: "Condong kepada dunia setelah mengetahui pahala berarti satu kebodohan dan tidak bersungguh-sungguh beramal setelah mengetahui besarnya pahala berarti lemah malas dan di syurga ada masa istirahat yang tidak dapat dirasakan kecuali oleh orang yang tidak pernah istirahat didunia dan ada kepuasan yang tidak dapat dirasakan kecuali oleh orang yang meninggalkan berlebihan didunia, dan cukup dengan kesederhanaan yang ada didunia." Terdapat 21 persoalan dan jawabannya telah diberikan oleh Rasulullah Shallallahu Allaihi  Wassalam, untuk kalian mendekatkan diri kepada Allaah Subhanahu Wa Ta'alla mendapat balasan pahala dan jalan menuju kesyurga Allaah Subhanahu Wa Ta'alla,:Perhatikan ini: 1. Adakah kalian ingin mendekatkan diri kepada Allaah? Nabi Shallallahu Allaihi  Wassalam bersabda maksudnya : "Seorang hamba itu paling hampir dengan Allaah adalah ketika dia sujud, hendaklah kamu banyak berdu'a sewaktu sujud". ( Hadis Riwayat Muslim) 2. Adakah kalian inginkan pahala seperti mengerjakan haji? Nabi Sallallahu Allaihi  Wassalam, bersabda maksudnya : "Mengerjakan umrah pada bulan Ramadan adalah seperti mengerjakan haji bersama-samaku". (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim) 3. Adakah kalian inginkan sebuah istana didalam syurga? Nabi Sallallahu Allaihi  Wassalam, bersabda maksudnya : "Barangsiapa yang membina masjid, Allaah akan membina sebuah istana didalam syurga untuknya". (Hadis Riwayat Muslim) 4. Adakah kalian inginkan keredhaan Allah setiap masa? Nabi Sallallahu Allaihi  Wassalam, bersabda maksudnya : "Sesungguhnya Allaah ridha kepada hambanya yang mengucapkan syukur di waktu makan dan minum". (Hadis Riwayat Muslim) 5. Adakah kalian mahu du'a dimakbulkan oleh Allaah? Nabi Sallallahu Allaihi  Wassalam, bersabda maksudnya : "Allaah tidak menolak du'a hambanya diantara waktu adzan dan waktu qamat". (Hadis Riwayat Abu Daud) 6. Adakah anda inginkan pahala seperti orang yang berpuasa setahun? Nabi Sallallahu Allaihi  Wassalam, bersabda maksudnya : "Puasa tiga hari pada setiap bulan adalah sama pahalanya seperti puasa setahun". (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim) 7. Adakah kalian inginkan pahala sebesar gunung? Nabi Sallallahu Allaihi  Wassalam, bersabda maksudnya : "Barangsiapa yang menziarahi dan shalat jenazah, pahalanya seperti sebuah gunung dan sekiranya dia juga menghantar jenazah ke kubur maka dia akan mendapat pahala seperti dua gunung". (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim) 8. Adakah kalian ingin bersama-sama Nabi dalam syurga? Nabi Sallallahu Allaihi  Wassalam, bersabda maksudnya : "Aku akan bersama-sama dengan orang yang telah menjaga anak yatim didalam syurga". (Hadis Riwayat Bukhari) 9. Adakah kalian inginkan pahala seperti orang yang berjihad di jalan Allaah atau orang yang berpuasa atau orang yang mendirikan shalat? Nabi Sallallahu Allaihi  Wassalam, bersabda maksudnya : "Orang-orang yang berusaha dan menolong ibu tunggal dan orang miskin pahalanya seperti orang yang berjihad di jalan Allaah atau seperti pahala orang yang mendirikan shalat atau seperti pahala orang yang berpuasa". (Hadis Riwayat Muslim) 10. Adakah kalian ingin mendapat jaminan Nabi untuk masuk ke syurga? Nabi Shallallahu Allaihi  Wassalam bersabda maksudnya : "Barangsiapa yang dapat memelihara mulutnya dan diantara dua pahanya maka aku akan memberi jaminan kepadanya untuk masuk syurga". (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim) 11. Adakah kalian inginkan pahala amalan walaupun selepas mati? Nabi Shallallahu Allaihi  Wassalam, bersabda maksudnya : "Tiga perkara yang akan terus menerus mendapat pahala walaupun seseorang itu meninggal dunia adalah sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat yang diberikan kepada orang lain dan anak yang shaleh yang berdu'a kepadanya". (Hadis Riwayat Muslim) 12. Adakah kalian ingin mendapat satu daripada khazanah syurga? Nabi Shallallahu Allaihi  Wassalam, bersabda maksudnya : "Barangsiapa yang membaca " LAHAULAWALA QUWATA ILLABILLAH" dia akan mendapat satu daripada khazanah syurga". (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim) 13. Adakah kalian inginkan pahala seperti orang yang mendirikan shalat sepanjang malam? Nabi Shallallahu Allaihi  Wassalam, bersabda maksudnya : "Barangsiapa yang shalat isya dan shubuh berjama'ah dia akan mendapat pahala seperti mereka yang mendirikan shalat sepanjang malam". ( Hadis Riwayat Muslim) 14. Adakah kalian inginkan pahala seperti orang yang membaca 1/3 Al-Quran? Nabi Shallallahu Allaihi  Wassalam bersabda maksudnya : "Barangsiapa yang membaca " QUL HUWA ALLAAHU AHAD... " dia akan mendapat pahala seperti membaca 1/3 al-Quran". (Hadis Riwayat Muslim) 15. Adakah kalian ingin menambah pahala dalam timbangan untuk masuk ke syurga? Nabi Shallallahu Allaihi  Wassalam, bersabda maksudnya : "Dua kalimah yang Allaah sangat suka kita membacanya dan sangat banyak pahala untuk memberatkan timbangan kebajikan di akhirat adalah 'SUBHA NALLAAH WABIHAM BIHI... ' dan 'SUBHA NALLAAH HAL A'ZIM.." (Hadis Riwayat Bukhari) 16. Adakah kalian mahu supaya dimurahkan rezeki dan dipanjangkan umur? Nabi Sallallahu Allaihi  Wassalam, bersabda maksudnya : "Barangsiapa yang selalu menghubungkan silaturrahim dia akan dipanjangkan umur dan dimurahkan rezeki". (Hadis Riwayat Bukhari) 17. Adakah kalian mau dipelihara oleh Allaah sepanjang masa? Nabi Shallallahu Allaihi  Wassalam, bersabda maksudnya : "Barangsiapa yang senantiasa shalat shubuh dia akan senantiasa dilindungi oleh Allaah". (Hadis Riwayat Muslim) 18. Adakah kalian ingin Allaah mengampunkan semua dosa kalian? Nabi Shallallahu Allaihi  Wassalam, bersabda maksudnya : "Barangsiapa yang membaca ' SUBHA NALLAAH WA BIHAM DIHI.' sebanyak 100x sehari Allaah akan mengampunkan dosanya walaupun sebanyak buih dilaut". (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim) 19. Adakah kalian mau dijauhkan daripada adzab api neraka? Nabi Shallallahu Allaihi  Wassalam, bersabda maksudnya : "Barangsiapa yang berpuasa satu hari ikhlas karena Allaah dia akan dijauhkan daripada adzab api neraka". (Hadis Riwayat Bukhari) 20. Adakah kalian ingin dirahmati oleh Allaah? Nabi Shallallahu Allaihi  Wassalam, bersabda maksudnya : "Barangsiapa yang membaca satu kali shalawat kepada Nabi Muhammad Allaah akan memberi sepuluh kali rahmat kepadanya". (Hadis Riwayat Bukhari) 21. Adakah kalian ingin Allaah mengangkat darjat kalian? Nabi Shallallahu Allaihi  Wassalam, bersabda maksudnya : "Barangsiapa yang merendah diri kepada Allaah, Allaah akan mengangkat darajatnya dan memuliakannya". (Hadis Riwayat Muslim) Sahabat fb 44342 yang dimuliakan, Marilah kita beramal dengan amal shaleh, beribadah dengan ikhlas dan khusyu kepada Allaah Subhanahu Wa Ta'alla, melaksanakan jihad dan kerja-kerja kebajikan di dunia ini semata-mata mencari keridha'an Allaah Subhanahu Wa Ta'alla. Balasan untuk mukmin yang istiqamah dengan Islam adalah kebaikan di dunia dan kebaikan dihari akhirat dan dijauhi daripada siksaan api neraka. Hayatilah 21 perkara amalan di atas untuk menuju ke syurga Allaah Subhanahu Wa Ta'alla.
Nova Saparid


amal+jariah 's link
21 PESANAN DARI RASULULLAH S.A.W Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad S.A.W. keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.   Sahabat yang dirahmati Allah, Syurga adalah tempat tinggal yang abadi di hari akhirat disediakan oleh Allah SWT untuk orang-orang mukmin.   Anas bin Malik r.a berkata: "Nabi Muhammad SAW. bersabda maksudnya : "Siapa yang minta kepada Allah syurga sampai tiga kali, maka syurga berdoa: "Ya Allah, masukkan ia kesyurga" dan siapa berlindung kepada Allah dari neraka tiga kali maka neraka berdoa: "Ya Allah, hindarkan ia dari neraka."   Seorang ahli hikmah berkata: "Condong kepada dunia setelah mengetahui pahala bererti satu kebodohan dan tidak bersungguh-sungguh beramal setelah mengetahui besarnya pahala bererti lemah malas dan di syurga ada masa istirehat yang tidak dapat dirasakan kecuali oleh orang yang tidak pernah istirehat didunia dan ada kepuasan yang tidak dapat dirasakan kecuali oleh orang yang meninggalkan berlebihan didunia, dan cukup dengan kesederhanaan yang ada didunia."   Terdapat 21 soalan dan jawapannya telah diberikan oleh Rasulullah SAW untuk kalian mendekatkan diri kepada Allah SWT, mendapat balasan pahala dan jalan menuju kesyurga Allah SWT:Perhatikan ini:   1. Adakah kalian ingin mendekatkan diri kepada Allah? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Seorang hamba itu paling hampir dengan Allah adalah ketika dia sujud, hendaklah kamu banyak berdoa sewaktu sujud". ( Hadis Riwayat Muslim)   2. Adakah kalian inginkan pahala seperti mengerjakan haji? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Mengerjakan umrah pada bulan Ramadan adalah seperti mengerjakan haji bersama-samaku". (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)   3. Adakah kalian inginkan sebuah istana didalam syurga? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Sesiapa yang membina masjid, Allah akan membina sebuah istana didalam syurga untuknya". (Hadis Riwayat Muslim)   4. Adakah kalian inginkan keredhaan Allah setiap masa? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Sesungguhnya Allah reda kepada hambanya yang mengucapkan syukur di waktu makan dan minum". (Hadis Riwayat Muslim)   5. Adakah kalian mahu doa dimakbulkan oleh Allah? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Allah tidak menolak doa hambanya diantara waktu azan dan waktu qamat". (Hadis Riwayat Abu Daud)   6. Adakah anda inginkan pahala seperti orang yang berpuasa setahun? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Puasa tiga hari pada setiap bulan adalah sama pahalanya seperti puasa setahun". (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)   7. Adakah kalian inginkan pahala sebesar gunung? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Sesiapa yang menziarahi dan solat jenazah, pahalanya seperti sebuah gunung dan sekiranya dia juga menghantar jenazah ke kubur maka dia akan mendapat pahala seperti dua gunung". (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)   8. Adakah kalian ingin bersama-sama Nabi dalam syurga? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Aku akan bersama-sama dengan orang yang telah menjaga anak yatim didalam syurga". (Hadis Riwayat Bukhari)   9. Adakah kalian inginkan pahala seperti orang yang berjihad di jalan Allah atau orang yang berpuasa atau orang yang mendirikan solat? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Orang-orang yang berusaha dan menolong ibu tunggal dan orang miskin pahalanya seperti orang yang berjihad di jalan Allah atau seperti pahala orang yang mendirikan solat atau seperti pahala orang yang berpuasa". (Hadis Riwayat Muslim)   10. Adakah kalian ingin mendapat jaminan Nabi untuk masuk ke syurga? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Sesiapa yang dapat memelihara mulutnya dan diantara dua pehanya maka aku akan memberi jaminan kepadanya untuk masuk syurga". (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)   11. Adakah kalian inginkan pahala amalan walaupun selepas mati? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Tiga perkara yang akan berterusan mendapat pahala walaupun seseorang itu meninggal dunia adalah sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat yang diberikan kepada orang lain dan anak yang soleh yang berdoa kepadanya". (Hadis Riwayat Muslim)   12. Adakah kalian ingin mendapat satu daripada khazanah syurga? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Sesiapa yang membaca " LAHAULAWALA QUWATA ILLABILLAH" dia akan mendapat satu daripada khazanah syurga". (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)   13. Adakah kalian inginkan pahala seperti orang yang mendirikan solat sepanjang malam? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Sesiapa yang solat isyak dan subuh berjemaah dia akan mendapat pahala seperti mereka yang mendirikan solat sepanjang malam". ( Hadis Riwayat Muslim)   14. Adakah kalian inginkan pahala seperti orang yang membaca 1/3 Al-Quran? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Sesiapa yang membaca " QUL HUWA ALLAHU AHAD... " dia akan mendapat pahala seperti membaca 1/3 al-Quran". (Hadis Riwayat Muslim)   15. Adakah kalian ingin menambah pahala dalam timbangan untuk masuk ke syurga? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Dua kalimah yang Allah sangat suka kita membacanya dan sangat banyak pahala untuk memberatkan timbangan kebajikan di akhirat adalah 'SUBHA NALLAH WABIHAM BIHI... ' dan 'SUBHA NALLAH HAL A'ZIM.." (Hadis Riwayat Bukhari)   16. Adakah kalian mahu supaya dimurahkan rezeki dan dipanjangkan umur? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Sesiapa yang selalu menghubungkan silaturrahim dia akan dipanjangkan umur dan dimurahkan rezeki". (Hadis Riwayat Bukhari)   17. Adakah kalian mahu dipelihara oleh Allah sepanjang masa? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Sesiapa yang sentiasa solat subuh dia akan sentiasa dilindungi oleh Allah". (Hadis Riwayat Muslim)   18. Adakah kalian ingin Allah mengampunkan semua dosa kalian? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Sesiapa yang membaca ' SUBHA NALLAH WA BIHAM DIHI.' sebanyak 100x sehari Allah akan mengampunkan dosanya walaupun sebanyak buih dilaut". (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)   19. Adakah kalian mahu dijauhkan daripada azab api neraka? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Sesiapa yang berpuasa satu hari ikhlas kerana Allah dia akan dijauhkan daripada azab api neraka". (Hadis Riwayat Bukhari)   20. Adakah kalian ingin dirahmati oleh Allah? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Sesiapa yang membaca satu kali selawat kepada Nabi Muhammad Allah akan memberi sepuluh kali rahmat kepadanya". (Hadis Riwayat Bukhari)   21. Adakah kalian ingin Allah mengangkat darjat kalian? Nabi SAW bersabda maksudnya : "Sesiapa yang merendah diri kepada Allah, Allah akan menangkat darjatnya dan memuliakannya". (Hadis Riwayat Muslim)   Sahabat yang dimuliakan, Marilah kita beramal dengan amal soleh, beribadah dengan ikhlas dan khusyuk kepada Allah SWT, melaksanakan jihad dan kerja-kerja kebajikan di dunia ini semata-mata mencari keredaan Allah SWT. Balasan untuk mukmin yang istiqamah dengan Islam adalah kebaikan di dunia dan kebaikan dihari akhirat dan dijauhi daripada seksaan api neraka. Hayatilah 21 perkara amalan di atas untuk menuju ke syurga Allah SWT.  
Syakir Khan

Powered by WordPress SEO Tools

Share

 

Leave a Comment

« | Home | »